Musik Dapat Membuat Anda Merasa Senang, Benarkah?

261

Sebagian besar orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik setelah mendengarkan musik atau lagu kesukaannya. Akan tetapi, apakah anda tidak merasa lebih baik atau bahkan tidak merasakan apa-apa saat mendengarkan musik? Apakah hal ini normal?

Para ahli mengatakan bahwa memang terdapat beberapa orang yang tidak merasa lebih baik atau senang saat mendengarkan musik, walaupun mereka tetap dapat merasa senang saat mengkonsumsi makanan favoritnya, atau melakukan hubungan seksual, atau berbagai hal menyenangkan lainnya.

Sebuah penelitian di Spanyol yang bertujuan untuk menyelidiki pengaruh musik terhadap emosi, secara tidak sengaja menemukan bahwa sekitar 5% persertanya tidak menunjukkan perubahan emosi apapun. Para peserta ini mengatakan bahwa mereka tidak merasa senang atau sedih atau terbawa saat mendengarkan musik yang mereka sukai. Mereka sama sekali tidak merasakan apa-apa saat mendegarkan musik.

Orang dengan suatu kelainan yang disebut dengan amusia, tidak dapat mendengar perubahan irama musik. Oleh karena itu, para peneliti meminta para peserta ini untuk mengidentifikasi emosi yang terdapat di dalam berbagai jenis musik, dan menemukan bahwa mereka dapat membedakannya.

Para peneliti kemudian meminta para peserta ini untuk membawa musik yang mereka sukai dari rumah dan beberapa dari mereka mengalami kesulitan karena mereka tidak memiliki lagu atau musik apapun di rumahnya. Mereka tidak memiliki MP3 atau CD lagu.

Untuk melihat pengaruh musik pada emosi peserta penelitian ini, para peneliti mengukur denyut jantung dan konduksi kulit para pesertanya saat mendengarkan suatu musik atau lagu. Para peserta yang mengatakan bahwa mereka tidak mengalami perubahan emosi apapun saat mendengarkan musik tidak menunjukkan respon fisik apapun (tidak ada perubahan denyut jantung maupun konduksi kulit). Sementara peserta lainnya mengalami berbagai respon fisik.

Para peneliti pun melakukan sebuah tes psikologis dan memberikan hadiah bagi pemenang untuk melihat ada tidaknya respon fisik pada peserta yang tidak memberikan respon apapun terhadap musik. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta ini mengalami peningkatan denyut jantung dan konduksi kulit seperti orang lainnya saat menginginkan suatu hadiah. Hal ini membuktikan bahwa para peserta ini tidak memiliki gangguan sistem penghargaan secara umum, hanya terhadap musik saja.
Saat ini para ahli masih melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan MRI untuk melihat bagaimana reaksi otak para peserta yang tidak berespon terhadap musik tersebut. Apakah otaknya justru memberikan respon walaupun hal lainnya tidak.

Sumber: npr