MYASTHENIA GRAVIS

3

Myastenia gravis merupakan penyakit autoimmune atau respon sistem pertahanan tubuh, yang berlebihan (menyerang bagian dari tubuh normal), yang menyebabkan gangguan pada saraf dan otot (neuromuskular). Penyakit ini membuat otot-otot di mata, wajah, tenggorokan, lengan, dan kaki melemah dan lelah. Kelemahan terburuk biasanya terjadi 3 tahun pertama lalu akan terus bertambah secara perlahan. Setiap orang bisa menderita penyakit ini. Namun, umumnya paling banyak menyerang wanita sebelum usia 40 tahun dan pria setelah usia 50 tahun.

Kelemahan otot akibat Myasthenia Gravis bisa menimbulkan berbagai macam gejala, seperti:

  • Kesulitan bernapas karena kelemahan otot-otot dinding dada.
  • Kesulitan mengunyah atau menelan makanan.
  • Kesulitan naik tangga, mengangkat barang atau bangun dari tempat duduk.
  • Sulit berbicara.
  • Kepala terkulai dan otot wajah lemah.
  • Penglihatan ganda dan kelopak mata terkulai.

Belum ada yang mengetahui penyebab pasti untuk penyakit ini. Namun, peneliti menduga ada kaitannya dengan gangguan autoimmune dan kelenjar thymus. Selain itu, faktor genetik juga bisa menyebabkan Myasthenia Gravis. Beberapa faktor resiko yang mungkin meningkatkan penyakit ini, antara lain:

  • Memiliki kelenjar thymus yang tidak mengecil seperti pada normalnya orang dewasa.
  • Memiliki penyakit menular.
  • Dalam pengobatan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
  • Memiliki ayah atau ibu dengan Myastenia gravis.

Belum ada terapi signifikan untuk Myasthenia Gravis. Pengobatan yang dilakukan untuk memungkinkan memiliki periode tanpa gejala (remisi). Obat-obatan yang bisa diresepkan dokter, meliputi: pyridostigmine neostigmin, prednisone, azathioprine, cyclosporine, atau mycophenolate mofetil. Jika penyakit ini menyebabkan kesulitan bernapas, maka perlu dilakukan perawatan di rumah sakit dimana ada kemungkinkan memerlukan bantuan pernapasan dengan ventilator.

Terapi lainnya adalah dengan plasmapheresis dan intravenous immunoglobulin. Plasmapheresis adalah pengambilan, pengobatan, dan pengembalian atau penukaran plasma darah atau komponennya dari dan ke dalam peredaran darah. Prosedur plasmapharesis mirip dengan cuci darah, dimana sel autoimun diseleksi dan dibuang agar tidak menimbulkan gejala. Sedangkan intravenous immunoglobulin (IVIg) adalah terapi memasukkan imunoglobulin yang baik dari pendonor darah kepada pasien melalui pembuluh darah vena (infus). IVIg ini berfungsi untuk menyerang sel autoimun dan melindungi sel normal tubuh.

Berikut ini gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi Myasthenia Gravis:

  • Check up tepat waktu untuk melacak kemajuan penyakit dan kondisi kesehatan Anda, serta ikuti instruksi dokter.
  • Coba temukan keseimbangan antara istirahat dan aktivitas fisik untuk mencegah otot lemah.
  • Lakukan terapi fisik untuk menjaga otot tetap kuat.
  • Jika mengalami penglihatan ganda dan penglihatan kabur, kontrol ke dokter mata, dan tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
  • Jika mengalami kesulitan menelan, cobalah makanan dengan tekstur yang lembut.
  • Hindari stres, hindari debu serta tidak merokok. (RD/STE)

Sumber:

  1. Myasthenia gravis. 2017. Available at https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/symptoms-causes/syc-20352036
  2. Myasthenia gravis. 2017. Available at https://www.nhs.uk/conditions/myasthenia-gravis/
SHARE
Previous articleKENALI GEJALA GUILLAIN BARRE SYNDROME