NAIK PESAWAT SAAT HAMIL, BOLEH TIDAK?

50

Bepergian dengan pesawat saat ini sudah merupakan hal umum. Namun untuk Ibu hamil, banyak kekhawatiran dan keraguan jika melakukan penerbangan. Ini dikarenakan seorang calon ibu pasti akan khawatir tentang perkembangan janin kondisi kesehatannya. Itu sebabnya dia mempertanyakan keamanan hampir setiap tindakan sepele, termasuk terbang saat hamil.

Saat akan melakukan penerbangan, jika Anda mengalami komplikasi kehamilan penyedia layanan kesehatan, mungkin akan memperingatkan bahwa hal ini akan diperburuk oleh perjalanan udara. Olehnya perlu untuk memperhatikan masa waktu hamil dan juga durasi penerbangan. Banyak maskapai penerbangan yang membatasi perjalanan setelah 36 minggu kehamilan.

Trimester kedua mungkin merupakan waktu terbaik jika Anda ingin melakukan penerbangan. Namun, sebelum memesan tiket, baiknya Anda mengunjungi dokter dan jelaskan detail perjalanan. Jika dokter mengizinka, lakukan tindakan pencegahan sebelum dan selama penerbangan agar tetap aman dan sehat.

Berikut beberapa tips yang perlu disiapkan ibu hamil saat akan melakukan penerbangan.

Periksa Kebijakan: Operator Udara, Operator Asuransi

Hubungi operator dan tanyakan tentang kebijakan mereka untuk ibu hamil. Tanyakan apakah diperlukan catatan dari dokter. Periksa paket asuransi kesehatan. Apa yang terjadi jika Anda memerlukan bantuan medis atau Anda melahirkan di tempat tujuan? Apakah Anda dilindungi? Jika bepergian ke luar negeri, lihat apakah Anda memerlukan kebijakan tambahan untuk cakupan di luar negeri. Pertimbangkan untuk membeli asuransi evakuasi medis sehingga Anda dapat diterbangkan ke rumah untuk perawatan medis, jika perlu.

Dapatkan Izin untuk terbang dari Dokter

Beberapa minggu sebelum perjalanan (atau beberapa bulan, jika Anda bepergian ke luar negeri), temui dokter. Sangat penting untuk mendapatkan izin untuk terbang jika Anda memiliki hamil dan juga memiliki masalah medis.

Tanyakan tentang:

  1. Obat mual. Tanyakan tentang obat mual atau akupresur yang akan Anda konsumsi saat Anda naik pesawat dan lagi dalam keadaan hamil.
  2. Obat gas dan diare. Peningkatan ketinggian pada penerbangan dapat menyebabkan gas usus mengembang dan menyebabkan ketidaknyamanan. Hindari makanan yang mengandung gas sebelum penerbangan. Perjalanan ke luar negeri dapat membuat Anda terkena bakteri yang dapat menyebabkan diare. Tanyakan tentang obat diare.
  3. Perawatan prenatal. Bergantung pada lamanya perjalanan, putuskan apakah perlu mendapatkan perawatan pranatal di tempat tujuan.
  4. Perawatan medis tujuan. Mintalah saran tentang nama dokter dan rumah sakit di tujuan, untuk berjaga-jaga. Dokter mungkin mengenal seorang kolega di sana atau dapat membuat rekomendasi.
  5. Vaksin flu. Tanyakan apakah Anda perlu vaksinasi flu sebelum pergi.

Dalam penerbangan

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum dan selama penerbangan:

  1. Diet pra-penerbangan. Hindari makanan yang mengandung gas (kacang, kol, brokoli) dan minuman bersoda. Mereka dapat membuat tidak nyaman dalam penerbangan.
  2. Sabuk pengaman. Di pesawat, jaga sabuk pengaman. Kencangkan di bawah perut, rendah di pinggul.
  3. Teruslah minum. Dapatkan banyak cairan selama penerbangan. Jika Anda mengalami dehidrasi, itu dapat mengurangi aliran darah ke rahim.
  4. Dokter akan mungkin menyarankan Anda berjalan setiap setengah jam selama penerbangan yang lancar. Ini akan membantu menjaga aliran darah. Di kursi, tekuk dan rentangkan pergelangan kaki Anda untuk meningkatkan sirkulasi.
  5. Duduk di kursi pesawat dekat Lorong. Kursi lorong akan membuatnya lebih mudah untuk masuk dan keluar untuk berjalan-jalan dan perjalanan ke kamar mandi.

Tetap perhatikan risiko

Meskipun sedikit meningkat, risiko ini seharusnya tidak menjadi perhatian utama.

  1. Gumpalan darah. Saat hamil, duduk di satu tempat untuk waktu yang lama dapat menyebabkan darah menggumpal di kaki. Itu bisa meningkatkan risiko pembekuan darah. resirkulasi udara kabin dan kelembaban yang rendah dapat menambah risiko. Namun, risikonya masih tidak besar. Anda dapat menurunkan risiko ini dengan berpindah-pindah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  2. Tekanan darah dan detak jantung. Saat hamil dan melakukan penerbangan, tekanan darah dan detak jantung bisa naik. Namun, para ahli mengatakan hal ini biasanya tidak cukup untuk menempatkan Anda dalam bahaya.
  3. Pemindaian tubuh. Pastikan Teknologi pemindaian tubuh yang digunakan untuk keamanan di bandara aman selama kehamilan, menurut Administrasi Keamanan Transportasi.
  4. Radiasi. Penerbangan sesekali tidak menimbulkan masalah bagi sebagian besar wanita hamil. Tetapi jika Anda sering terbang, seperti pebisnis, pilot, atau pramugari, Anda mungkin memiliki batas radiasi yang dianggap aman selama kehamilan. Tanyakan kepada dokter Anda tentang hal ini. (LM)

Referensi

Cold, F. (2019). Safe Flying While Pregnant. [online] WebMD. Available at: https:// www.webmd.com/baby/taking-to-the-skies-pregnant-and-safe#1 [Accessed 25 Feb. 2019].

Mayo Clinic. (2019). Air travel during pregnancy: Is it safe?. [online] Available at: https: //www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/air-travel-during-pregnancy/faq-20058087 [Accessed 25 Feb. 2019].