NEUROMA AKUSTIK

5

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf keseimbangan (vestibular) atau saraf penghubung telinga dengan otak. Tumor otak jinak atau dalam istilah medis disebut juga vestibular schwannoma ini tumbuh dari sel Schwann, sel yang menutupi saraf keseimbangan. Akibatnya, fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh menjadi terganggu.

Penyakit neuroma akustik umumnya menyerang orang dewasa antara usia 30-60 tahun dan lebih banyak dialami kaum wanita. Sebagian besar tumor otak jinak ini berkembang secara perlahan dan jarang menyebar ke bagian tubuh lain. Kendati demikian, neuroma akustik dapat menjadi masalah serius jika pertumbuhan tumor menjadi sangat besar dan menekan batang otak. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa karena batang otak mengatur fungsi vital tubuh. Penanganan yang dapat dilakukan untuk neuroma akustik adalah pengamatan secara berkala, radiasi, atau operasi untuk mengangkat tumor.

Gejala neuroma akustik

  • Kehilangan keseimbangan.
  • Vertigo atau pusing berputar.
  • Tinnitus atau telinga berdenging.
  • Kehilangan pendengaran secara bertahap atau mendadak. Biasanya kondisi ini terjadi pada salah satu telinga.

Jika ukuran tumor neuroma akustik sangat besar, beberapa gejala lainnya juga akan muncul. Di antaranya adalah sakit kepala secara terus menerus, gangguan koordinasi anggota badan (ataxia) pada salah satu sisi tubuh, penglihatan ganda atau tidak dapat melihat dengan jelas, suara serak atau kesulitan menelan, serta kelumpuhan, nyeri, atau mati rasa pada salah satu sisi wajah.

Penyebab dan faktor risiko neuroma akustik

Neuroma akustik diduga terjadi akibat fungsi gen pada kromosom 22 yang tidak dapat berjalan semestinya. Gen tersebut mengendalikan pertumbuhan tumor pada sel Schwann yang menutupi sel saraf dalam tubuh, termasuk saraf vestibular.

Pengobatan neuroma akustik

Pilihan penanganan terhadap neuroma akustik tergantung dari pertumbuhan tumor, termasuk ukuran dan posisi tumor, serta pertimbangan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Untuk tumor yang kecil dengan pertumbuhan yang lambat atau tidak menunjukkan gejala berarti, maka dokter hanya akan melakukan pengamatan dan tes pemindaian secara berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun untuk menentukan kondisi pertumbuhan tumor. Jika pertumbuhan tumor membesar atau menunjukkan gejala tertentu, maka diperlukan penanganan yang lain berupa:

  1. Radiasi

Terapi ini bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan tumor serta mempertahankan fungsi saraf pendengaran dan saraf wajah. Terapi radiasi dapat dilakukan untuk tumor kecil atau berdiameter kurang dari 3 sentimeter. Terapi ini juga dilaksanakan jika kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.

  • Operasi

Jika pertumbuhan tumor semakin besar, maka metode pengobatan yang mungkin dapat menjadi pilihan adalah operasi. Perawatan pasca operasi berlangsung selama 6 hingga 12 minggu. Jika tumor berhasil dihilangkan seluruhnya, maka tidak dibutuhkan perawatan lanjutan. Sedangkan untuk tumor yang masih tersisa pasca operasi, perawatan lanjutan bisa dilakukan dengan terapi radiasi.

Komplikasi neuroma akustik

Neuroma akustik berisiko menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat bersifat permanen, seperti:

  • Telinga berdenging.
  • Mati rasa dan kelumpuhan pada otot wajah.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Hidrosefalus akibat penekanan tumor besar pada batang otak sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengalir di antara otak dan tulang belakang. (EM/STE)

Daftar Pustaka:

  1. Rosahl, S. (2009). Acoustic Neuroma: Treatment or Observation. Dtsch Arztebl Int. 106(30). H. 505–506.
  2. Zanoletti, E. et. al. (2016). Surgical Treatment of Acoustic Neuroma: Outcomes and Indications. Rep Pract Oncol Radiother. 21(4). H. 395–398.