NILAI NORMAL KADAR GLUKOSA DARAH

23

Glukosa merupakan sumber energi penting yang dibutuhkan tubuh manusia. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel- sel tubuh. Glukosa didapatkan dari makanan terutama dari sumber karbohidrat seperti nasi, buah dan sayur.

Kadar Glukosa Darah

Kadar glukosa darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Pada penderita diabetes, sangat penting untuk mengetahui nilai kadar glukosa darah, karena penderita diabetes perlu untuk memeriksakannya secara rutin dan mandiri untuk mengontrol kadar glukosa darahnya terlalu tinggi. Mengapa? Bila kadar glukosa darah tidak teratur, maka akan terjadi kerusakan organ, yang menyebabkan berbagai macam penyakit komplikasi pada penderita diabetes, mulai dari penyakit jantung, stroke, kebutaan, hingga gagal ginjal.

Berikut, adalah berbagai metode pemeriksaan kadar glukosa darah yang dapat dilakukan:

  1. Gula darah puasa (GDP)

Pemeriksaan ini dilakukan setelah berpuasa selama 8 – 10 jam. Puasa yang dimaksud adalah tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung energy atau gula dan hanya diperbolehkan minum air putih. Kadar glukosa darah puasa:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 100 mg/dl
  • Prediabetes atau kondisi waspada diabetes: 100-125 mg/dl
  • Diabetes: 126 mg/dl atau lebih
  • Gula darah sewaktu (GDS)

Pemeriksaan ini bisa dilakukan setiap waktu tanpa memerhatikan makanan yang terakhir dimakan. Kriteria kadar gula darah sewaktu:

  • Normal : di bawah 200 mg/dl
  • Diabetes: di atas 200 mg/dl
  • Glukosa darah 2 jam setelah makan (GD2PP)

Pemeriksaan ini dilakukan 2 jam terhitung setelah pasien menyelesaikan makan. Kriteria hasil pemeriksaan GD2PP:

  • Normal (tidak menderita diabetes) : di bawah 140 mg/dl
  • Prediabetes : 140-199 mg/dl
  • Diabetes : 200 mg/dl atau lebih
  • Hemoglobin A1c (HbA1c)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur banyaknya glukosa yang menempel dalam sel darah merah. Tes ini digunakan untuk mendiagnosis diabetes dan juga dapat menunjukkan sudah seberapa baik orang dengan diabetes dapat mengontrol penyakit diabetesnya selama 2-3 bulan terakhir. Hasil tes A1c dapat digunakan untuk memperkirakan kadar gula darah rata-rata.

Kriteria hasil tes HbA1c akan ditunjukkan seperti berikut ini:

  • Normal (tidak menderita diabetes) : di bawah 42 mmol/mol (6%)
  • Prediabetes : 42-47 mmol/mol (6-6,4%)
  • Diabetes : 48 mmol/mol (6,5%) atau lebih

Untuk penderita diabetes pemeriksaan yang penting dilakukan sehari-hari adalah GDS, terutama sebelum mengonsumsi obat hariannya atau sebelum menyuntikkan insulin. Beberapa penderita diabetes yang sudah terlatih, bahkan mengetahui berapa banyak dosis obat atau insulin yang harus dikonsumsi atau disuntikkan bila glukosa darahnya mencapai kadar tertentu. Sedangkan, untuk pemeriksaan setiap kali kontrol, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan GDP dan HbA1c untuk pemeriksaan utama. (PP/STE)

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Diabetes. Tersedia pada: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/diagnosis-treatment/drc-20371451 (Diakses 16 Maret 2019)
  2. World Health Organization. 2006. Definition And Diagnostic Of Diabetic Mellitus And Intermediate Hyperglycaemia.