Normalkah Jika Sering Buang Air Kecil?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

222

Dalam kondisi normal, seseorang akan buang air kecil kira-kira 6 – 7 kali dalam sehari. Jika Anda buang air kecil lebih dari itu, Anda harus waspada karena hal itu dapat terjadi bukan hanya karena banyak minum air, namun dapat juga merupakan gejala dari suatu kondisi medis. Sering buang air kecil berarti berarti memiliki dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya. Hal ini tentu membuat resah, karena biasanya dapat mengganggu rutinitas normal, mengganggu siklus tidur, dan juga menunjukkan kondisi medis tertentu. Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil adalah sebagai berikut:

  1. Minum Berlebihan

Minum yang berlebihan membuat Anda sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena mekanisme keseimbangan cairan tubuh, ketika air yang tersedia cukup maka sisanya akan dibuang.

  1. Jenis Minuman

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh memiliki sifat diuretik atau memicu buang air kecil.

  1. Kondisi medis

Sering buang air kecil juga menjadi tanda adanya:

  1. Masalah pada ginjal atau ureter,
  2. Masalah pada kandung kemih
  3. Kegelisahan
  4. Obat-obatan, misalnya penggunaan diuretic
  5. Kondisi medis lainnya seperti
  • Kehamilan
  • Diabetes melitus dan diabetes insipidus
  • Masalah kelenjar prostat
  • Stroke, masalah pada otak, atau saraf lainnya
  • Infeksi saluran kemih
  • Tumor atau massa di daerah panggul
  • Interstitial cystitis (peradangan pada kandung kemih)
  • Overactive bladder syndrom (kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja menyebabkan seseorang merasakan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil
  • Kanker kandung kemih atau batu ginjal
  • Inkontinensia urin
  • Divertikulitis kolon (peradangan pada dinding usus besar)
  • Infeksi menular seksual
  • Konstipasi rectum (dapat menekan kandung kemih, uretra atau keduanya)
  • Post tindakan radiasi panggul (untuk pengobatan kanker)

Terapi atas kondisi ini tentunya mempertimbangkan penyebabnya. Minumlah secukupnya dan kurangilah minuman yang mengandung kafein. Selain itu hindari juga alkohol, minuman berkarbonasi, produk-produk berbasis tomat, cokelat, dan pemanis buatan. Apabila kondisi ini terjadi akibat infeksi, maka Antibiotik adalah pilihan terapinya. Namun, jika kondisi tersebut disebabkan adanya kondisi kandung kemih yang terlalu aktif (overactive bladder), Anda dapat menerapkan langkah-langkah di bawah ini:

  • Melatih kandung kemih

Durasi latihan selama kurang lebih 12 minggu. Cara melatihnya tergolong sederhana, yaitu mengendalikan jarak waktu buang air kecil. Hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.

  • Senam kegel

Senam ini dapat menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Latihan ini berfokus pada panggul selama lima menit dan lakukam setidaknya tiga kali dalam sehari.

  • Mengubah pola makan

Perbanyak mengonsumsi makanan kaya serat untuk mengurangi konstipasi. Sebaiknya menghindari banyak minum ketika ingin tidur di malam hari.

Jika Anda mencurigai seringnya buang air kecil yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter. (LM/CM)

Referensi

  1. Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problems, S. et al. (2018). Frequent Urination in Men and Women. https://webmd.com/urinary-incontinence-oab/frequent-urination-causes-and-treatments#1
  2. GDPR consent required. (2018). Retrieved from https://medicalnewstoday. com/articles/70782.php

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store