Novel Coronavirus (2019-nCoV), yuk Kenali Disini!

93

Awal tahun 2020 ini, dunia digemparkan dengan penemuan penyakit baru yang berasal dari Wuhan, China, dan mulai menyebar ke beberapa negara sekitar. Penyakit ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru yang disebut virus 2019-nCoV. Menurut data dari WHO, penyakit ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, sedangkan lainnya yang terinfeksi masih dalam pengawasan dan perawatan intensif.

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Virus corona bersifat zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah terpapar infeksi, dengan gejala berupa gangguan pernapasan akut, seperti demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, hingga kematian.

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. 2019-nCoV pertama kali teridentifikasi pada 7 Januari 2020, sekitar seminggu setelah kasus pertama muncul di kota Wuhan, China. Virus ini masuk dalam kelas coronavirus. Belum diketahui pasti asal dan cara penularan virus 2019-nCoV. Virus ini diduga menular dari hewan ke manusia saat pertama kali ditemukan, namun saat ini telah terbukti adanya transmisi dari manusia ke manusia.

Kenali Gejalanya

Gejala awal 2019-nCoV ini serupa dengan SARS dan MERS, yaitu demam dan batuk-batuk. Beberapa penderitanya juga dilaporkan mengalami sesak napas, disertai terbentuknya cairan maupun zat infiltrat di paru-paru. Pada sebagian kasus, penderita bahkan mengalami gagal hati dan gagal ginjal, hingga kematian. Pada penderita juga akan ditanyakan riwayat melakukan perjalanan ke China dalam 2 minggu terakhir. Hal ini untuk mengonfirmasi mengenai adanya kemungkinan penularan virus 2019-nCoV.

Meski disebabkan oleh virus dengan golongan yang sama, namun infeksi virus 2019-nCoV diperkirakan tidak menyebar dan menyebabkan kematian secepat SARS dan MERS. Kematian yang terjadi pada infeksi virus 2019-nCoV ini dilaporkan paling sering terjadi pada kelompok lanjut usia dan pada penderita yang memiliki penyakit penyerta lainnya.

Kendati demikian, setiap orang tetap dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan dan segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala diatas. Karena, kondisi ini juga dapat berakibat fatal bila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Bagaimana Pengobatannya

Sejauh ini, belum ada pengobatan antivirus yang spesifik dalam menangani infeksi virus 2019-nCoV. Penderita yang mengalami infeksi virus ini akan diterapi secara suportif, sesuai dengan tanda dan gejala yang muncul. Penderita juga perlu mendapat perawatan intensif dan di isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Walaupun belum ada laporan terbukti penularan virus 2019-nCoV di Indonesia, penting bagi setiap orang untuk melakukan berbagai langkah pencegahan guna menghindari infeksi virus ini. Langkah-langkah yang dimaksud, meliputi:

  • Rutin cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan pastikan makanan yang akan dikonsumsi telah dimasak hingga matang sempurna.
  • Perkuat sistem kekebalan tubuh dengan banyak minum air putih, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.
  • Gunakan masker saat beraktivitas, terlebih bila berada di luar ruangan atau fasilitas umum.
  • Batasi kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
  • Hindari berpergian ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah virus 2019-nCoV. Cara yang terbaik untuk mencegah 2019-nCoV adalah dengan menghindari paparan virus ini, dan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Jangan lupa untuk segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala sakit seperti diatas. (RD)

Sumber:

  1. CDC. 2019 Novel Coronavirus, Wuhan, China. 2020
  2. WHO. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation report. 2020
  3. Kemenkes RI. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 2020