Nyamuk Sebagai Vektor Penyakit

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

140

Nyamuk merupakan golongan insektisida yang masuk dalam famili Culicidae Ordo Diptera. Terdapat sekitar 3500 spesies nyamuk, dan dibedakan menjadi subfamili Anophelinae dan  Culicinae. Terdapat 4 bentuk dalam siklus hidup nyamuk, yaitu telur, larva, pupa, hingga menjadi nyamuk dewasa. Setiap siklus biasanya berganti setiap 1-2 minggu, namun waktu ini dapat bervariasi tergantung oleh spesies dan kondisi lingkungan tempat tinggal nyamuk.

Ada berbagai spesies nyamuk, namun satu hal yang menarik dari karakteristik nyamuk adalah bentuk mulut dari nyamuk betina dewasa yang disebut probosis dapat menusuk kulit host untuk menghisap darah. Nyamuk betina dewasa membutuhkan nutrisi (terutama vitamin) dalam darah untuk memproduksi telur. Nyamuk betina dewasa dapat menghasilkan 30-300 telur dalam satu waktu, contohnya spesies Aedes yang umumnya menghasilkan 100 telur dalam satu waktu dan umumnya, nyamuk menyimpan telurnya secara langsung di permukaan air setelah bertelur.

Sebagian besar spesies nyamuk memiliki preferensi sumber makanan darah, yaitu dengan mengisap darah dari manusia atau binatang tertentu. Nyamuk tertarik oleh bau tubuh, karbon dioksida, dan panas yang dipancarkan oleh manusia atau binatang. Kebanyakan nyamuk lebih suka menggigit pada jam-jam tertentu, seperti pada petang atau pagi hari.

Saat mendapatkan makanan berupa darah dari host, nyamuk betina menyuntikkan air liurnya ke kulit. Air liur nyamuk mengandung anti koagulan dan anti inflamasi yang mencegah darah inang membeku sehingga tidak terperangkap di lapisan kulit host. Setelah mendeteksi zat asing, sistem kekebalan tubuh host melepaskan histamin dan sitokin, zat yang menyebabkan gatal dan bengkak pada daerah gigitan nyamuk.

Meski hal ini menimbulkan keadaan kulit yang iritatif, namun dampak yang lebih berbahaya adalah penyebaran dari patogen berbahaya, seperti arthropod-borne viruses (arboviruses), cacing parasit, and protozoa. Berbagai macam penyakit yang dapat disebabkan oleh penyebaran dari gigitan nyamuk adalah malaria, West Nile virus, chikungunya virus, dengue fever, yellow fever, Rift Valley fever, dan berbagai tipe encephalitis karena virus.

Betina dewasa mentransmisikan berbagai patogen penyebab penyakit ketika memasuki host yang terinfeksi. Beberapa spesies nyamuk mempunyai host yang spesifik dan menghisap darah hanya dari satu jenis tertentu (misalnya, beberapa nyamuk lebih suka manusia, yang lain lebih suka mamalia atau burung). Biasanya, patogen tersebut tidak memengaruhi nyamuk yang terinfeksi, dan nyamuk dapat menularkan patogen ke host yang rentan selama penghisapan darah berikutnya dengan disuntikkan bersama dengan air liur nyamuk (seperti pada penyakit malaria dan arboviral), atau dapat keluar dari probosis dan menyebar pada luka yang dibuat akibat penghisapan darah oleh nyamuk (seperti pada infeksi cacing hati pada anjing).

Untuk mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menggunakan repellent nyamuk yang mengandung bahan-bahan seperti DEET, picaridin, IR3535, minyak dengan lemon eucalyptus/paramenthane-diol, 2-undecanone.
  2. Menggunakan pakaian yang menutupi bagian-bagian yang terbiasa terpapar nyamuk, seperti tangan dan kaki.
  3. Menutup tempat penyimpanan air
  4. Menguras tempat penyimpanan air
  5. Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.
  6. Sebagai langkah tambahan, dapat dilakukan juga pengaturan cahaya yang masuk dalam rumah, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, dan menambahkan kelambu pada tempat tidur.
  7. Vaksinasi untuk patogen yang dibawa oleh nyamuk, diantara vaksin yang sudah tersedia adalah untuk Japanese encephalitis, yellow fever, malaria, dan dengue virus. (PAY)

Sumber:

  1. https://bcm.edu/departments/molecular-virology-and-microbiology/emerging-infections-and-biodefense/mosquitoes
  2. https://accessscience.com/content/mosquito-vector-of-disease/BR0812141
  3. https://cdc.gov/niosh/topics/outdoor/mosquito-borne/default.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store