Nyeri Kepala Saat Haid, Normalkah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

298

Saat menstruasi, banyak keluhan yang sering dirasakan oleh tubuh wanita, mulai dari nyeri perut, mual, nyeri pinggang hingga nyeri kepala. Sakit kepala saat haid bukanlah suatu hal yang baru dialami oleh wanita. Umumnya nyeri kepala yang dirasakan adalah nyeri kepala tipe migraine atau nyeri kepala sebelah. Hampir 60% nyeri kepala migraine dialami oleh wanita yang dalam periode menstruasi atau disebut dengan menstrual migraine.

Nyeri kepala yang dirasakan dua sampai tiga hari menjelang haid, sebenarnya masih dianggap sebagai suatu kondisi yang wajar, karena pada kondisi ini terjadi perubahan hormonal pada tubuh seorang wanita. Tepat sebelum menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron yang beperan dalam siklus haid akan mengalami perubahan kadar dengan signifikan secara tiba-tiba. Hal inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala seperti nyeri kepala. Untuk Anda yang memiliki siklus haid teratur, tentu keluhan nyeri kepala bisa lebih diprediksi kapan munculnya dan bisa diantisipasi sebelumnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri kepala saat haid yaitu :

  1. Kompres es atau air hangat

Kompres bagian kepala atau leher yang nyeri menggunakan es batu yang telah dibungkus dengan handuk. Rasa dingin dari kompres dapat menghambat penghantaran nyeri, sehingga rasa nyeri yang meransang serabut saraf pada kepala atau leher tidak diteruskan ke otak. Rangsang nyeri yang tidak mencapai otak tidak akan direspon sebagai nyeri oleh tubuh sehingga rasa nyeri seolah berkurang atau hilang.

Selain kompres menggunakan es, Anda juga dapat melakukan kompres dengan air hangat. Dengan mekanisme yang sama, rasa hangat dapat mengurangi gejala nyeri yang dirasakan. Selain itu rasa hangat juga dapat memberikan perasaan nyaman, merelaksasikan otot agar tidak menegang, serta membantu melebarkan pembuluh darah agar lebih lancar. Dengan demikian, rasa nyeri akan berangsur-angsur membaik setelah kompres dilakukan.

  1. Latihan relaksasi

Relaksasi dapat membantu Anda meredakan stres. Anda dapat berelaksasi dengan melakukan yoga sederhana atau latihan pernapasan sederhana. Anda juga dapat menyalakan lilin aroma terapi atau memutar alunan musik yang tenang agar Anda merasa lebih rileks.

  1. Terapi akupuntur

Terapi ini dapat membantu Anda rileks dan meredakan nyeri kepala. Selain akupuntur, terapi tradisional lain seperti pemijatan juga dapat membantu Anda untuk menjadi lebih rileks.

  1. Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas

Sakit kepala saat haid dapat reda dengan beberapa jenis obat anti nyeri seperti naproxen, ibuprofen, atau asam mefenamat. Tapi sebaiknya konsultasikan konsumsi obat anti nyeri terlebih dulu dengan dokter, karena konsumsi obat nyeri secara berlebihan, dapat menyebabkan nyeri kepala kembali dan menjadi lebih parah. Tidak sedikit, konsumsi obat nyeri secara berlebihan menyebabkan nyeri kepala selanjutnya susah untuk diterapi karena sensitifitas tubuh pada obat nyeri sudah berkurang dan efek obat nyeri pada tubuh menurun.

  1. Konsumsi obat golongan triptans.

Dokter mungkin meresepkan obat golongan triptans, yang bekerja menghalangi sinyal rasa sakit ke otak Anda. Obat ini juga dapat membantu meredakan mual dan sakit kepala dalam waktu dua jam setelah dikonsumsi. Sebagian orang mencoba mengonsumsi kombinasi triptans dan pereda rasa sakit.

  1. Catat kapan saja sakit kepala saat haid mulai terasa. Ini dapat membantu dokter untuk menemukan pola dan penanganan.
  2. Hindari paparan cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu bising, ataupun paparan bahan-bahan yang beraroma kuat seperti parfum atau bahan kimia lainnya. Paparan tersebut dapat memicu terjadinya nyeri kepala.
  3. Batasi konsumsi makanan tinggi garam terutama menjelang menstruasi. Makanan dengan tinggi garam dapat mengentalkan konsistensi darah, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Aliran darah yang tidak lancar dapat memicu terjadinya nyeri kepala.
  4. Terapkan pola hidup sehat mulai dari rajin berolahraga, makan tepat waktu, minum air putih 8 gelas/hari, dan perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Jika keluhan nyeri kepala ini terasa sangat mengganggu, sebaiknya Anda periksakan langsung keluhan Anda ke dokter. Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menilai kemungkinan diagnosis dan penanganan yang tepat. (RH/STE)

Daftar Pustaka

Mayo Clinic Staff. 2018. Headaches and hormones: What’s the connection?. Available at https://mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/in-depth/headaches/art-20046729


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store