Nyeri Saat Haid, Perlukah Diwaspadai ?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

289

Haid dan nyeri sepertinya merupakan dua sahabat karib bagi beberapa wanita. Nyeri yang dirasakan saat haid bisa bertahan hingga akhir periode. Menurut survey, 80 % wanita pernah mengeluhkan nyeri pada haid dimana 50 % keluhan nyeri yang bersifat ringan, sedangkan 30% sisanya bersifat berat hingga dapat mengganggu aktifitas.

Nyeri pada haid (Dismenorea) umumnya terjadi akibat kontraksi halus pada otot rahim. Walaupun kontraksi ini berlangsung terus menerus, pada saat memasuki periode menstruasi intensitas kontraksi tersebut akan bertambah akibat pengaruh hormon prostaglandin yang diproduksi oleh tubuh. Selain menyebabkan nyeri, prostaglandin dapat juga menyebabkan keluhan mual, diare, serta perasaan lemas. Pada beberapa kasus dilaporkan nyeri kepala yang hebat menyertai kejadian dismenorea ini.

Meskipun sebagian besar keluhan nyeri pada haid bersifat normal (Dismenorea primer), kita harus waspada kapan nyeri ini tergolong berbahaya (Dismenore sekunder). Nyeri berlebihan yang dirasakan saat haid biasanya merupakan gejala awal gangguan atau penyakit pada organ reproduksi wanita dan karena itu disebut Dismenorea sekunder. Pada kondisi Dismenorea sekunder biasanya nyeri datang lebih awal, dengan kualitas yang lebih tinggi, serta dalam durasi yang lebih panjang. Keluhan nyeri mungkin saja disertai dengan gejala darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan Dismenore sekunder antara lain :

  • i: penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan jaringan rahim di luar rahim.
  • Pelvic Inflammatory Dissease (PID) atau yang lebih dikenal radang panggul, suatu radang yang meliputi organ rahim ovarium hingga saluran telur.
  • Intrauterine Device (IUD) : pada awal-awal pemasangan, kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim ini bisa menyebabkan nyeri haid.
  • Adenomiosis : ketika jaringan rahim tumbuh menembus otot rahim (myometrium) maka rahim akan tampak lebih tebal dari seharusnya.
  • Stenosis leher rahim : suatu kelainan anatomis dimana saluran rahim bagian dalam menyempit bahkan tertutup.

Jika Anda atau kerabat Anda mengalami salah satu dari gejala diatas, segeralah konsultasikan kesehatan anda pada dokter terdekat. Jangan anggap sepele nyeri haid, walaupun keluhan nyeri bisa diatasi dengan obat-obatan penghilang nyeri. Melakukan deteksi lebih dini akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan berobat pada saat kondisi sudah berat.

Pencegahan nyeri saat haid bisa dimulai dengan membiasakan pola hidup sehat, serta konsumsi makan-makanan tinggi serat dan mikronutrien seperti vitamin E, Vitamin B1, b6 dan magnesium. Olahraga yang rutin serta menjaga berat badan memiliki manfaat positif untuk mengurangi nyeri saat haid dengan obesitas. Hindari konsumsi alkohol serta kurangi merokok. And at last but not least, manage stress Anda karena manajemen stress yang baik terbukti menghindarkan Anda dari risiko nyeri berkepanjangan saat haid. (BIL/CM)

Sumber :

  1. Caliis, Anton Karim,MPH : Dysminorrhea accesed on https://emedicine.medscape.com/article/253812-overview#a4
  2. Sheeppard, Suzzan Moore, MD : Pelvic Inflammatory Disease accesed on https://emedicine.medscape.com/article/256448-overview

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store