Obat Anti Nyeri Sebabkan Anak Hiperaktif?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

236

Menurut penelitian terbaru, anak yang lahir dari wanita yang sering menggunakan obat anti nyeri Acetaminofen selama masa kehamilan memiliki kemungkinan mengidap problem tingkah laku seperti attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Pada studi terbaru yang diterbitkan the journal JAMA Pediatrics, para peneliti menganalisa data yang dikumpukan dari 64.322 ibu dan anak yang tercatat di the Danish National Birth Cohort sejak tahun 1996 sampai 2002. Pada setiap akhir trimester kehamilannya, sang ibu akan ditanya apakah mereka pernah mengkonsumsi acetaminophen pada 3 bulan terakhir.

Para peneliti khawatir jika penggunaan acetaminophen dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Kemudian peneliti melakukan survei lanjutan terhadap kelompok yang sama pada saat anak berusia 7 tahun, menanyakan tentang perilaku anak mereka, apakah pro atau anti sosial. Peneliti juga mengamati tingkat peresepan Ritalin (obat yang biasa dipakai untuk pengobatan ADHD) pada anak-anak yang disurvei.

Secara keseluruhan, Penggunaan acetaminophen saat masa kehamilan dihubungkan dengan 20% peningkatan resiko gangguan tingkah laku, termasuk attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan hyperkinetic disorders (HKD) pada anak usia 7 tahun. Efek yang paling jelas terlihat saat wanita hamil menggunakan obat anti nyeri selama ketiga trimester kehamilan. Bahkan wanita yang dilaporkan hanya  satu kali meminum obat anti nyeri dengan dosis minimal juga  dapat meningkatkan resiko gangguan tingkah laku pada anak yang dilahirkan, terkait dengan peningkatan resiko diagnosa attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan hyperkinetic disorders (HKD).

Lebih dari 50% wanita hamil dilaporkan mengkonsumsi acetaminophen karena merupakan obat yang dianggap cukup aman dan tidak merugikan. Semua obat anti nyeri golongan NSAID tidak direkomendasikan oleh dokter karena efek samping yang merugikan, jadi acetaminophen adalah obat yang paling aman tersedia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan jika acetaminophen dapat merusak sistem endokrin atau sistem hormon tubuh. Terpapar kerusakan endokrin dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan sistem syaraf janin dan menyebabkan gangguan tingkah laku, tetapi peneliti belum mengetahui bagaimana mekanisme perusakan terjadi.

Peneliti juga mengatakan jika hasil penelitian mereka mengindikasikan agar wanita hamil menghindari penggunaan obat anti nyeri selama masa kehamilannya dan berkonsultasi dengan dokter bagaimana mengatasi nyeri yang dialami dibanding mengkonsumsi sembarang obat.

Kita harus berhati-hati pada setiap zat yang masuk ke tubuh wanita hamil. Bahkan zat yang kita pikir tidak berbahaya atau aman ternyata tidak. Wanita hamil dianjurkan untuk tidak meminum obar apapun selama masa kehamilannya terlebih jika tidak ada indikasi kebutuhan medisnya. Ibu hamil juga harus berpikir dua kali sebelum mengkonsumsi obat nyeri hanya untuk mengobati nyeri kepala ringan.

Ibu hamil disarankan untuk mencari alternatif lain untuk mengobati nyeri yang terjadi, misalnya dengan pemijatan atau mandi air hangat. Penelitian ini tidak dimaksudkan agar ibu hamil dilarang menggunakan acetaminophen, tetapi agar lebih berhati-hati dalam penggunaanya.