OBAT PELANGSING BISA MENYEBABKAN GAGAL GINJAL?

49

Bagi Anda yang menggunakan sosial media instagram pasti sudah tidak asing dengan promosi-promosi obat ini ya. Iya, obat pelangsing atau dikenal sebagai slimming pills, terutama. Ternyata, ada kabar burung yang mengatakan bahwa obat-obatan ini bisa menyebabkan gangguan ginjal, bahkan sampai memerlukan cuci darah. Apakah benar ya? Mari kita simak artikel berikut!

Isi dari obat pelangsing di pasaran

Mari sama-sama kita jeli melihat isi kandungan dari obat pelangsing ya, ladies. Bila kita melihat di google, ternyata sebagian besar isinya adalah herbal seperti ekstrak tumbuhan atau juga klaim mengandung zat dari isi teh hijau. Nah, penting bagi kita sekarang untuk memahami bedanya obat biasa dengan obat herbal. Obat biasa yang dijual di apotik atau diresepkan oleh dokter adalah obat-obatan yang sudah teruji secara laboratorium, dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan, untuk obat-obatan herbal, hingga saat ini uji laboratoriumnya belum terbukti, maka tentu saja kita patut bertanya-tanya tingkat keamanan dari obat ini.

Tahukah Anda bahwa di tahun 1991-1992 ada cuci darah massal akibat obat pelangsing berisi herbal? Banyak dari pasien adalah wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ginjal. Kesamaan dari para pasien ini adalah bahwa semuanya adalah pasien dari klinik penurunan berat badan yang sama dan menggunakan pil pelangsing herbal. Pada tahun 2000, lebih dari 100 wanita yang menderita gagal ginjal juga ternyata mengkonsumsi obat-obatan ini. Bagaimana bisa? Ternyata obat herbal ini mengandung satu spesies tanaman dari china bernama aristolochia.

Berbagai spesies aristolochia terkandung di beberapa obat pelangsing herbal, walaupun telah terbukti beracun. Zat ini dilarang di banyak negara, bahkan di Irlandia harus diresepkan oleh dokter terlebih dahulu. Tahun 2006, juga kembali diingatkan bahwa produk obat Cina tradisional yang tersedia di Irlandia diduga masih mengandung aristolochia. Bagaimana dengan di Indonesia ya?

Sekitar 500 spesies aristolochia tumbuh di seluruh dunia dan dikenal karena bunganya yang unik dan spektakuler. Namun, ternyata dengan segala keindahannya, di dalam bunga ini terdapat racun tersembunyi. Spesies Aristolochia mengandung asam aristolochic, nephrotoxin yang dikenal sebagai racun ginjal dan zat penyebab kanker. Sekarang Anda punya PR, apakah obat pelangsing Anda mengandung zat ini?

Bagaimana cara Anda tahu isi kandungan obat pelangsing Anda?

Salah satu risiko terbesar dari mengonsumsi obat pelangsing tanpa resep adalah Anda tidak bisa yakin tentang bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, karena BPOM tidak menguji semua produk tersebut dan tidak ada jaminan bahwa setiap bahan dalam setiap obat itu aman. BPOM memiliki daftar produk penurunan berat badan yang harus dihindari, Anda dapat mengeceknya di website BPOM. Terkadang pabrikan tidak mencantumkan bahan-bahan ini pada label produk mereka, Anda tidak mungkin tahu bahwa Anda menelan produk-produk seperti ini:

Sibutramine: obat penurun berat badan yang sudah ditarik di luar negeri karena menyebabkan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung dan stroke

Rimonabant: penekan nafsu makan yang tidak disetujui untuk digunakan di AS

Phenytoin: obat anti-kejang

Phenolphthalein: obat percobaan yang dapat menyebabkan kanker

BPOM telah mengeluarkan peringatan kepada pada konsumen terutama waita untuk tidak membeli suplemen dalam daftar produk terlarang; BPOM pun tidak dapat menguji semua produk baru di pasar. Cara paling tepat untuk memastikan keselamatan Anda adalah konsultasi dengan tenaga ahli profesional sebelum Anda mengonsumsi obat penurun berat badan.

Sebenarnya apakah ada obat pelangsing yang teruji klinis?

Tentu saja ada. Namun, obat-obatan jenis ini jarang diresepkan oleh dokter, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang seringkali berhubungan dengan penyakit pasien. Contohnya adalah Orlistat dengan merk dagang Xen*** di Indonesia. Orlistat, juga dikenal sebagai tetrahydrolipstatin. Obat ini bekerja dengan cara mempengaruhi kerja hormon di lambung dan pankreas, sehingga menyebabkan penyerapan lemak diusus menurun, dan sebayak 30% lemak akan keluar melalui tinja. Tapi, sayangnya, sampai saat ini masih banyak perdebatan terutama dari peneliti sendiri mengenai kemampuan obat ini dalam menyebabkan gangguan ginjal. Bahkan, Menurut sebuah studi Universitas Rhode Island, orlistat dapat menyebabkan “keracunan parah” pada organ-organ internal utama. Waduh, jadi galau ya. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Beyea, M. M., Garg, A. X., & Weir, M. A. (2012). Does orlistat cause acute kidney injury?. Therapeutic advances in drug safety, 3(2), 53–57. doi:10.1177/2042098611429985
  2. The Irish Times. 2008. A diet pill that has led to kidney failure, tersedia di https://www.irishtimes.com/news/health/a-diet-pill-that-has-led-to-kidney-failure-1.929392