OBAT PENAMBAH NAFSU MAKAN: MITOS ATAU FAKTA?

26

“Dok, apa benar ada obat penambah nafsu makan?”, nah apakah Anda adalah salah satu yang pernah bertanya demikian? Apalagi setelah banyak promo-promo di televisi ataupun di sosial media tentang vitamin-vitamin yang ‘dipercaya’ bisa meningkatkan nafsu makan. Jadi, apakah itu hanya mitos atau fakta ya? Mari kita simak artikel berikut ya.

Nafsu Makan Menurun Ternyata Banyak Sebabnya, lho

Istilah ‘nafsu makan’ paling sering digunakan untuk menyebutkan rasa ingin makan. Tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang dapat menyebabkan penurunan nafsu makan? Salah satunya adalah kondisi kesehatan Anda. Tentunya bila Anda sedang tidak dalam kondisi fit, keinginan untuk makan turun sehingga Anda mungkin merasa butuh untuk penambah nafsu makan.

‘Obat Penambah Nafsu Makan’ katanya.

Jika kita sama-sama mengetik ‘obat penambah nafsu makan’ di google, wah, yang keluar cukup banyak jenis, merek dan bentuknya. Ada yang kaplet, cair, ada yang bahkan bisa ditambahkan di nasi. Semua mengklaim bahwa bisa meningkatkan nasfu makan, tapi jika kita teliti satu persatu ternyata yang banyak beredah di pasaran terutama yang tidak diresepkan oleh dokter, berisi vitamin dan herbal. Jika obat herbal, pasti, karena belum teruji secara ilmiah, tentu keabsahannya masih diragukan. Tapi bagaimana dengan vitamin?

Vitamin, mineral, dan herbal ternyata efektif dalam merangsang nafsu makan. Pada beberapa kasus, zat-zat ini juga efektif dalam mengobati kekurangan vitamin dan mineral yang mempengaruhi nafsu makan. Beberapa suplemen yang mungkin bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam diet Anda termasuk Zinc, Vitamin B atau Minyak Ikan. Tapi apakah bekerja secara langsung untuk mempengaruhi nafsu makan? Ternyata tidak.

Folat, seperti vitamin B kompleks lainnya, membantu mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi dan penting untuk metabolisme yang sehat. Kekurangan folat dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, karena proses metabolisme Anda terganggu, energi tidak terbentuk, itulah sebabnya suplemen folat banyak direkomendasikan untuk meningkatkan nafsu makan terutama pada anak-anak.

Obat yang benar-benar menambah nafsu makan

Ketika kita menyebut obat, maka sebenarnya ada obat yang didesain untuk meningkatkan nafsu makan. Hanya saja obat-obatan ini diberikan dalam kondisi-kondisi khusus. Beberapa diantaranya adalah :

Dronabinol

Dronabinol adalah obat resep yang diindikasikan untuk mengobati kehilangan nafsu makan pada orang dengan AIDS, bahan dasarnya adalah dari tanaman ganja. Salah satu efek dari obat ini adalah stimulan nafsu makan, bahkan selama 24 jam atau lebih lama setelah pemberian. Namun, dronabinol dapat menyebabkan ketagihan dan hanya boleh digunakan persis sesuai anjuran oleh dokter. Efek samping obat ini termasuk pusing, perubahan suasana hati, perasaan euforia atau tinggi, kecemasan dan kebingungan.

Asetat megestrol

Sering diberikan untuk pengobatan pada penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan yang terjadi pada orang dengan AIDS. Namun, cara kerja dari obat ini tidak diketahui. Efek samping megestrol asetat yang paling umum termasuk mual dan muntah, pusing dan kelemahan, sakit kepala dan masalah tidur. Pada wanita mungkin dapat terjadi perubahan pada pola menstruasi.

Somatropin

Obat ini adalah bentuk sintetis hormon pertumbuhan manusia yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan otot dalam tubuh. Umumnya digunakan sebagai pengobatan untuk kegagalan pertumbuhan pada anak-anak, somatropin juga diindikasikan untuk merangsang kenaikan berat badan pada orang dengan AIDS atau sindrom usus pendek. Somatropin diberikan dalam bentuk suntikan dan efek samping yang paling umum termasuk sakit kepala, nyeri atau iritasi di tempat suntikan, pembengkakan payudara, nyeri sendi dan gangguan pencernaan.

Jadi, apakah obat penambah nafsu makan itu adalah mitos? Ternyata tidak sepenuhnya salah ya. Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah kandungan dari obat-obatan itu sendiri. Untuk obat herbal, sekali lagi, uji klinisnya belum terpenuhi, jadi dalam hal ini tidak dibahas ya! (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Major, G., Doucet, E., Jacqmain, M., St-Onge, M., Bouchard, C., & Tremblay, A. (2008). Multivitamin and dietary supplements, body weight and appetite: Results from a cross-sectional and a randomised double-blind placebo-controlled study. British Journal of Nutrition, 99(5), 1157-1167. doi:10.1017/S0007114507853335
  2. healthline. Supplements, Medications, and Lifestyle Changes to Help Stimulate Appetite, dapat diakses melalui https://www.healthline.com/health/appetite-stimulant#causes