Obesitas: Masalah Kesehatan Global

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

380

Saat ini obesitas telah menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas sudah menjadi suatu epidemi global. Di Indonesia, terutama dikota-kota besar, perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi berakibat pada perubahan pola makan dan konsumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol, terutama terhadap menjamurnya makanan siap saji (fast food) yang berdampak meningkatnya risiko obesitas. Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa dan  berpotensi mengalami berbagai penyakit di kemudian hari

Obesitas adalah penyakit yang ditandai dengan  penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Penyebab terjadinya kelebihan berat badan adalah asupan makan lebih besar dibandingkan energi yang diperlukan untuk aktivitas. Secara medis obesitas atau kelebihan berat badan dapat diketahui dengan menggunakan indeks massa tubuh (BMI), yang merupakan metode yang sangat baik untuk pengukuran langsung lemak tubuh. Orang dewasa dengan BMI ≥ 30 memenuhi kriteria untuk obesitas, dan orang-orang dengan BMI antara 25-30 mengalami kelebihan berat badan.

Penyebab obesitas belum diketahui secara pasti. Obesitas merupakan suatu penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktifitas, gaya hidup, sosial ekonomi dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini  pada bayi. Penelitian di negara maju menyatakan ada hubungan antara aktifitas fisik yang rendah dengan kejadian obesitas. Individu dengan aktivitas fisik yang rendah mempunyai risiko peningkatan berat badan sebesar 5 kg. Penelitian di Jepang menunjukkan risiko obesitas yang rendah pada kelompok yang mempunyai kebiasaan olah raga, sedang penelitian di Amerika menunjukkan penurunan berat badan dengan jogging, aerobik. Penelitian terhadap anak Amerika dengan tingkat sosial ekonomi yang sama menunjukkan bahwa mereka yang nonton TV 5 jam perhari mempunyai risiko obesitas sebesar 5,3 kali lebih besar dibanding mereka yang nonton TV 2 jam setiap harinya.

Kesuksesan dalam pengendalian obesitas paling baik dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh untuk mencapai perubahan gaya hidup yang termodifikasi dengan baik. Prinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik, dan mengubah / modifikasi pola hidup.

Penatalaksanaan obesitas

  1. Ubah kebiasaan makan.

Kendalikan kebiasaan ngemil dan makan karena “lapar mata”.

2. Awasi jumlah kalori yang Anda makan.

Diet rendah kalori dapat dilakukan dengan mengurangi nasi dan makanan berlemak, serta mengkonsumsi makanan yang cukup memberikan rasa kenyang tetapi tidak menggemukkan karena jumlah kalori sedikit, misalnya dengan menu yang mengandung serat tinggi seperti sayur dan buah yang tidak terlalu manis.

3. Luangkan waktu untuk berolahraga teratur.

Aktifitas fisik merupakan komponen penting dari program penurunan berat badan, walaupun aktifitas fisik tidak menyebabkan penurunan berat badan lebih banyak dalam jangka waktu enam bulan. Untuk penderita obesitas, terapi harus dimulai secara perlahan, dan intensitas sebaiknya ditingkatkan secara bertahap. Penderita obesitas dapat memulai aktifitas fisik dengan berjalan selama 30 menit dengan jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan jangka waktu 5 kali seminggu

4. Tindakan pembedahan

Ini merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi obesitas. Pembedahan dilakukan hanya kepada penderita obesitas dengan IMT ≥40 atau ≥35 kg/m2 dengan kondisi penyakit tambahan baik fisik maupun psikis selain dari kondisi utama pasien, yang dapat meperburuk kondisi pasien.

Daftar Pustaka

  1. Obesity: Preventing and Managing The Global Epidemic, WHO Technical Report Series 2000; 894, Geneva.
  2. Satoto, Karjati, S., Darmojo, B., Tjokroprawiro, A., Kodyat, BA. Kegemukan, Obesitas dan Penyakit Degeneratif: Epidemiologi dan Strategi Penanggulangannya, Dalam:18 Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998. Jakarta: LIPI, hal. 787– 808.
  3. Heird, W.C. Parental Feeding Behavior and Childrens Fat Mass. Am J Clin Nutr, 2002; 75: 451–452.
  4. Syarif, D.R. Childhood Obesity: Evaluation and Management, Dalam Naskah Lengkap National Obesity Symposium II, Editor: Adi S., dkk. Surabaya, 2003; 123 – 139
  5. Surasmo, R., Taufan H. Penanganan obesitas dahulu, sekarang dan masa depan.Dalam Naskah Lengkap National Obesity Symposium I, Editor: Tjokroprawiro A., dkk.Surabaya, 2002; 53 – 65

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store