Obesitas Pada Kehamilan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

115

Kita tak menganggap ada yang janggal dengan ibu hamil yang tampak gemuk, karena hamil semua ibu hamil memang akan jadi lebih gemuk. Inilah sebabnya kita lengah terhadap dampak obesitas yang sering mengancam ibu hamil dengan berat badan berlebih.

Anggapan bahwa ibu hamil harus makan 2 kali lebih banyak untuk ia sendiri dan janin sudah terlanjur melekat. Padahal anggapan ini kurang tepat, dan justru membuat ibu hamil terancam dampak obesitas.

Berikut beberapa dampak obesitas terhadap kehamilan:

  1. Mengidap diabetes gestational

Ibu hamil yang kegemukan berpeluang menderita diabetes gestasional dan ini mengakibatkan tubuh janin menjadi lebih besar (macrosomia). Ingat, besar atau gemuk bukan berarti sehat. (baca juga : mengenal diabetes gestasional pada ibu hamil).

Jika tubuh janin terlalu besar, sang ibu akan mengalami kesulitan saat melahirkannya. Besar kemungkinan ibu akan mengalami cedera atau trauma pada proses persalinan. Selain itu ada kemungkinan ibu hamil mengalami preeclampsia pada ibu yang obesitas atau janin yang terlalu besar. Preeclampsia adalah penyakit dengan gejala tekanan darah tinggi dan kejang pada ibu. Preeclampsia terjadi akibat pembuluh darah ibu yang terlalu tertekan, sehingga asupan oksigen pada otak ibu tidak cukup. Bila terjadi eclampsia atau kejang, otak ibu dapat mengalami kerusakan hingga kematian mendadak pada ibu dan janin.

  1. Lebih lama memproduksi ASI

Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2014, tubuh ibu menyusui yang obesitas memerlukan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI. Hal ini tentu akan sangat menyulitkan bagi bayi, terutama pada hari-hari pertama kelahirannya.

Studi itu menyebutkan, ibu menyusui yang kegemukan memerlukan waktu satu hari untuk memproduksi ASI. Ia juga akan sulit menempatkan bayi pada posisi yang pas saat menyusu.

  1. Bayi akan tumbuh menjadi anak obesitas

Like father, like son. Peribahasa ini ada juga benarnya. Bayi yang lahir dari seorang ibu kegemukan saat masa kehamilan akan tumbuh dengan tubuh yang besar juga. Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah studi oleh University of Colorado School of Medicine, AS. Tim peneliti menguji sampel yang diambil dari sel induk tali pusar bayi dengan berat tubuh normal dan wanita hamil yang kegemukan. Hasilnya, sel induk wanita hamil mengandung lebih banyak lemak daripada sel induk bayi dengan berat lahir normal. Ini mengindikasikan bahwa sel tubuh bayi dari ibu kegemukan lebih cenderung mengumpulkan lemak.

Selain itu berat badan yang berlebih selama kehamilan bisa membuat ibu cenderung sulit menurunkan berat badan pasca melahirkan. Kelebihan berat badan juga membuat kemungkinan komplikasi dalam proses persalinan, operasi atau pascaoperasi meingkat. Komplikasi dalam operasi dan pascaoperasi yang mungkin terjadi antara lain perdarahan yang berlebihan, durasi operasi lebih dari 2jam, infeksi luka operasi, luka operasi terbuka dan endometriosis (radang endometrium). Tak hanya itu, ternyata ibu dengan verat badan lebih jarang memulai dan mempertahankan pemberian ASI. Sehingga, sangat disarankan untuk menjaga berat badan sebelum hamil dengan memperhatikan asupan nutirisi dan olahraga teratur. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store