Olahraga Otak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

241

Tidak hanya tubuh dan fisik saja yang memerlukan senam sebagai bentuk olahraga pembentuk badan ideal dan kebugaran, Otak dan pikiran ternyata ada senamnya juga. Olahraga otak sama pentingnya dengan olahraga tubuh. Dengan olahraga otak, akan terbentuk saraf baru yang dapat melindungi terhadap gejala demensia atau kepikunan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk olahraga otak.

Beberapa hal yang bisa dianggap sebagai olahraga otak adalah:

  1. Membiasakan aktif menjadi kidal (aktif tangan kiri) dan juga kanan

Lakukan tugas dengan tangan non-dominan, jika biasanya dominan tangan kanan maka gunakan tangan kiri (kidal) dan sebaliknya. Contoh saat menggunakan  mouse computer, menyikat gigi, dan mengikat sepatu dengan arah yang berlawanan. Menurut Franklin Institute, jenis latiham ini dapat menperkuat hubungan saraf yang ada dan bahkan membentuk saraf baru.

  1. Membaca

Membaca dapat melenturkan otot-otot otak, baik bacaan ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan untuk informasi. Dan menurut studi dr. Nikolaos Scarmeas pada tahun 2001, membaca dapat membantu membangun ‘cadangan kognitif’ untuk menunda timbulnya demensia. Anda bisa memilih bacaan yang Anda suka, sehingga selain berfungsi sebagai olahraga otak, kegiatan ini dapat menjadi sarana rekreasi tersendiri untuk Anda.

  1. Bermain teka teki silang

Teka-teki silang, puzzle, sudoku, dan jenis puzzle lainnya, dapat melatih otak khususnya otak kiri, menurut pusat pelatihan kognitif. Tambahkan strategi baru untuk mengefektifkan latihan otak, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa. Agar lebih seru, lakukan permainan-permainan ini secara bersama dengan anggota keluarga Anda, sahabat, atau teman Anda. Kapan lagi mempererat hubungan sekaligus melakukan olahraga otak, bukan?

  1. Bermain permainan strategi

Siapa bilang bermain permainan komputer, gadget, atau playstation, itu tidak bermanfaat? Permainan strategi seperti catur, monopoli, atau permainan komputer lainnya dapat menjadi pilihan untuk olahraga otak. Mengapa demikian? Karena permainan-permainan ini akan menggunakan otak kanan yang dapat membantu orang untuk lebih berpikir kreatif. Namun, ingat untuk tidak menatap layar terlalu sering, di tempat yang kurang pencahayaan atau gelap, serta dengan posisi yang tidak baik, untuk menjaga kesehatan mata dan punggung Anda.

  1. Menikmati musik

Musik dapat memberikan sensasi relaksasi pada tubuh, terutama musik instrumen yang lembut. Mendengarkan musik juga sudah banyak dikenal dapat memberikan stimulasi pada otak kanan, yang jarang diaktifkan. Selain mendengarkan musik, belajar juga untuk memainkan instrumen musik. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengaktifkan dua indera sekaligus, seperti mendengarkan musik dan mencium bunga.

  1. Mencari hobi baru

Tantang otak untuk belajar keterampilan baru atau hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Jika Anda bukan seniman, cobalah untuk belajar melukis atau memahat. Jika Anda bisa bermain piano atau belajarlah memainkan gitar. Temukan sesuatu yang baru dan menarik untuk dapat menjaga otak tetap aktif.

Demikian beberapa hal yang dapat Anda coba sebagai “olahraga” bagi otak Anda. Lakukan olahraga otak ini secara berkala dan rutin untuk mendapatkan efek yang maksimal. Mengapa? Karena untuk membentu susunan saraf baru, perlu waktu berkali-kali, sehingga saraf terbentuk, dan ingatan terasah. Terus ulangi olahraga otak yang Anda senangi untuk menstimulasi dan memperkuat susunan saraf yang sudah terbentuk. Selamat melatih otak Anda! (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store