OLAHRAGA YANG TEPAT BAGI LANSIA

11

Saat memasuki usia 65 tahun keatas, banyak orang cenderung takut untuk beraktivitas sebagaimana saat mereka muda. Ketakutan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salahsatunya adalah takut akan cidera otot atau tulang karena faktor usia. Meski demikian, usia lansia bukan berarti Anda harus membatasi gerak tubuh. Melakukan aktivitas fisik yang teratur di usia lanjut dapat membantu Anda untuk meminimalisir terjadinya penyakit akibat penuaan, menjaga kebugaran tubuh, dan membiasakan diri untuk hidup mandiri di usia tua.

Pada lansia terjadi beberapa perubahan pada tubuh yaitu, penurunan massa otot, perubahan distribusi darah ke otot, penurunan pH dalam sel otot, otot menjadi lebih kaku, dan ada penurunan kekuatan otot. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otot, massa otot, perfusi otot, dan kecepatan konduksi saraf ke otot.

Tentunya penting untuk mengetahui jenis serta waktu olahraga yang tetpat agar sesuai dengan toleransi tubuh masing-masing lansia. Para ahli merekomendasikan 4 jenis latihan untuk lansia, antara lain:

1.      Latihan ketahanan seperti jalan cepat dan menari meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah Anda. Latihan-latihan ini dapat memudahkan Anda melakukan hal-hal seperti memotong rumput dan menaiki tangga.
2.      Latihan kekuatan seperti mengangkat beban dan menggunakan band resistensi dapat meningkatkan kekuatan otot yang Anda butuhkan untuk kegiatan termasuk membawa bahan makanan dan mengangkat cucu. 
3.      Latihan keseimbangan dapat membantu mencegah jatuh - risiko kesehatan utama bagi orang dewasa yang lebih tua. Cobalah berdiri dengan satu kaki atau mengikuti kelas tai chi.
4.      Peregangan atau latihan kelenturan seperti yoga dapat memberi Anda lebih banyak kebebasan bergerak untuk membungkuk untuk mengikat sepatu Anda atau melihat ke belakang saat Anda keluar dari jalan masuk.

Perlu diingat bahwa tidak semua lansia dapat melakukan aktivitas fisik diatas. Olahraga pada lansia perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan, masalah kesehatan, perlunya modifikasi latihan, dan mempertimbangkan kelemahan yang mungkin ada.

Untuk mengetahui jenis olahraga yang tepat untuk lansia, screening kesehatan dapat dilakukan sebelum program latihan dimulai. Selain itu, mengonsultasikan pada dokter mengenai kondisi kesehatan lansia dan jenis aktivitas olahraga yang diinginkan juga dapat dilakukan agar lansia dapat mengetahui sejauh mana ia boleh melakukan aktivitas yang diinginkannya. Atau bila aktivitas tersebut dapat memperburuk penyakit yang diderita oleh lansia, ia dapat meminta saran aktivitas olahraga lain yang dapat menjadi alternatif untuk dilakukan.

Ingat, untuk kondisi kesehatan yang optimal, biasakan berolahraga sesuai anjuran dokter yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda minimal 15 menit setiap harinya. (PP/STE)

Referensi:

  • American Cancer Society. 2018. The  best types of exercise for older adults.
  • NHS Choice UK. 2018. Live Well. Exercise as you get older.