Operasi usus buntu: apa saja yang perlu diperhatikan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

116

Penyakit usus buntu merupakan salah satu kegawatdaruratan di bidang bedah. Hal ini disebabkan oleh infeksi pada usus buntu yang dapat didiagnosis dengan wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik, serta didukung oleh beberapa pemeriksaan penunjang lainnya. Kondisi infeksi yang terjadi pada usus buntu tersebut dapat menyebabkan perforasi atau pecahnya usus buntu sehingga menyebabkan tersebarnya bakteri dari dalam usus ke rongga perut, akibatnya infeksi meluas dan dapat menyebabkan kematian.

Operasi usus buntu adalah pembedahan untuk mengangkat usus buntu atau umbai cacing (appendix) yang telah terinfeksi (apendisitis). Operasi ini merupakan pilihan utama terapi untuk penyakit usus buntu. Usus buntu sendiri merupakan suatu organ berbentuk kantung yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah. Prosedur operasi usus buntu termasuk salah satu tindakan darurat medis, pada keadaan dimana usus buntu meradang dengan hebat dan terancam akan pecah.

Sebelum penderita menjalani operasi, biasanya penderita Anda di sarankan untuk puasa setidaknya selama 8 jam. Namun sebelum penderita masuk kedalam ruang operasi atau masih berada dalam ruang rawat inap, dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal sehubungan dengan diri penderita. Dokter harus mengetahui tentang penderita apakah mengidap alergi atau sensitif terhadap obat-obatan tertentu  seperti obat bius dan sejarah gangguan pendarahan dan juga dokter akan menanyakan tentang obat apa saja yang pernah penderita minum atau yang sedang penderita minum. Seteah data di catat, penderita akan dipasangi infus nfus untuk menerima cairan dan obat. Pada umumnya, pasien akan diberikan bius total, namun dalam beberapa kasus, pembiusan lokal lebih diutamakan.

Proses pembedahan ada dua macam, bisa dengan metode laparoskopik atau laparotomi. Operasi laparoskopik dilakukan cara membuat irisan minimal pada tiga lokasi perut dan bantuan kamera, tetapi sebelumnya akan dimasukkan pipa yang memompa udara sehingga perut akan mengembang. Hal ini bertujuan mempermudah pandangan ahli bedah dalam mengamati usus buntu dan memberikan ruang untuk bekerja. Setelah itu dokter akan memasukkan pipa kecil berisi lampu dan kamera yang dihubungkan dengan monitor TV untuk melihat dan mencari usus buntu. Terakhir, ada alat bedah kecil untuk mengambil usus buntu. Setelah mengeluarkan usus buntu, luka sayatan ditutup dengan jahitan. Karena irisannya minimal, biasanya proses penyembuhan dan resiko perlengketan lebih minimal. Namun apabila usus buntu sudah mengalami komplikasi maka Laparotomi atau pembedahan terbuka adalah pilihannya.

Apapun metode operasinya, jangan menunda bertemu dokter apabila Anda mengalami gejala penyakit ini. Semakin dini terapinya semakin baik proses penyembuhannya, serta semakin kecil risikonya. (RA/STE/CM)

Daftar pustaka

https://www.alodokter.com/apendektomi-ini-yang-harus-anda-ketahui

https://www.go-dok


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store