Orang yang Sedang Jatuh Cinta Semakin Sehat Jasmani dan Rohaninnya

259

Perkenalkan hormon adrenalin, yaitu hormon yang banyak bekerja ketika jantung seseorang berdegup kencang, misalnya ketika bertatapan dengan seseorang yang disukai dan  jatuh cinta, otak akan mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal, yang memproduksi hormon seperti adrenalin, epinefrin, dan norepinefrin. Hormon ini mengalir melalui aliran darah menuju jantung dan menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan kuat.

 

Tim peneliti Fischer melakukan pencitraan otak pada orang yang sedang jatuh cinta, dan menemukan adanya aktivitas pada area otak yang memproduksi neurotransmitter dopamin. Hormon ini memberikan efek perhatian terfokus, euforia, memuja, energi dan motivasi untuk memperoleh hidup yang lebih baik. Itulah mengapa ketika sedang jatuh cinta, seseorang menjadi lebih terpacu untuk memikirkan masa depan yang lebih baik.

 

Secara umum, ada tiga sistem otak yang terlibat dalam proses jatuh cinta (romantic love) yaitu : dorongan seksual, cinta, dan keterikatan (attachment). Dorongan seksual dipicu oleh hormon testosteron, cinta didorong oleh hormon dopamin, mendorong fokus energi dan perhatian pada satu orang spesifik pada suatu waktu, dan keterikatan yang didorong oleh hormon oksitosin dan vasopressin, mendorong lahirnya toleransi, ikatan, dan rasa aman terhadap pasangan.

 

Penelitian oleh tim Fischer menemukan bahwa otak mengalami aktivitas yang sama pada orang sudah 20 tahun menikah dengan orang yang baru saja jatuh cinta. Area otak ini merangsang produksi hormon dopamin dan mengalirkan ke area tubuh lainnya. Cinta juga bermanfaat untuk orang yang sudah melampaui usia reproduksi karena bisa memberikan perasaan optimis, energik, fokus, dan termotivasi, yang mana hal ini berdampak positif terhadap kesehatan dan hubungan sosial.

 

Sumber: Ntn News