OSTEOFIT

22

Osteofit atau bone spur merupakan kondisi penonjolan atau benjolan tulang yang tumbuh pada tulang atau sekitar sendi. Kondisi ini sering muncul di samping sendi yang mengalami osteoartritis (gangguan kaku dan nyeri pada sendi). Keadaan yang sering juga disebut pengapuran ini, terjadi secara perlahan dan seringkali tidak menimbulkan gejala, serta sebagian besar dialami oleh orang berusia di atas 60 tahun. Namun, osteofit juga dapat dialami oleh orang yang lebih muda akibat cedera atau kondisi medis tertentu. Osteofit dapat tumbuh di tulang manapun, tetapi paling sering terjadi di area leher, bahu, lutut, punggung bawah, kaki atau tumit, dan jari-jari

Osteofit biasanya terjadi karena tubuh melakukan reaksi alami untuk memperbaiki sendiri kondisi tulang yang nyeri. Akan tetapi pertumbuhan tulang menjadi berlebihan terjadi karena adanya tekanan, gesekan, dan stres berkepanjangan dalam waktu yang lama. Selain itu, Penyebab osteofit paling umum adalah osteoarthritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan di sekitar sendi secara perlahan terkikis. 

Sebagian besar kasus osteofit tidak menimbulkan gejala. Namun, gejala dapat muncul jika terjadi gesekan antar tulang atau dengan jaringan lain, muncul tekanan terhadap saraf di sekitarnya, serta terbatasnya pergerakan tubuh.  Gejala lain yang dapat muncul tergantung pada lokasi pertumbuhan osteofit. Di antaranya adalah:

  1. Pada tulang belakang osteofit dapat menyebabkan nyeri dan kaku di punggung.
  2. Pada leher dapat menjepit saraf di dekatnya dan menyebabkan rasa sakit, parestesi (sensasi tertusuk, terbakar, kesemutan), mati rasa, atau kelemahan di lengan.
  3. Pada bahu dapat membatasi ruang untuk jaringan tendon dan ligamen, dan mungkin berhubungan dengan tendonitis atau sobeknya sendi rotator atau bahu.
  4. Pada pinggul dan lutut dapat membatasi pergerakan dan sering berhubungan dengan arthritis.
  5. Pada lutut dapat menyebabkan nyeri saat Anda menekuk atau meluruskan kaki.
  6. Pada jari dan kaki dapat menyebabkan benjolan tulang dan kapalan atau kalus.

Osteofit jarang membutuhkan pengobatan kecuali untuk mengatasi rasa nyeri yang berhubungan dengan artritis. Untuk itu, obat antinyeri seperti parasetamol dan ibuprofen kerap digunakan. Ibuprofen juga dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan karena termasuk golongan obat anti peradangan non-steroid. seorang yang mengalami osteofit juga dianjurkan mengurangi tekanan pada lutut atau pinggul jika orang tersebut juga mengalami artritis. Begitu juga upaya penurunan berat badan yang akan sangat membantu mengurangi tegangan pada sendi jika memang berat badan penderita osteofit berlebihan. Sementara penggunaan bantalan sepatu atau penambahan bantalan dapat membantu masalah osteofit pada kaki.

Metode fisioterapi tertentu juga baik untuk memperkuat otot sekitar sendi dan meningkatkan jangkauan pergerakan sendi. Pembedahan jarang dilakukan namun bisa membantu mengatasi masalah arthritis pada pinggul, lutut, atau jari jempol tangan. Osteofit tidak selalu perlu diangkat kecuali pertumbuhannya mengiritasi saraf tulang belakang dan membatasi pergerakan sendi. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

Morrison, W. Healthline (2017). Bone Spurs: What You should Know about Osteophytosis. 

NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Osteophyte (Bone Spur).