Osteoporosis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

417

Menurut WHO, osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Osteoporosis bukan hanya berkurangnya kepadatan tulang tetapi juga penurunan kekuatan tulang. Pada osteoporosis kerusakan tulang lebih cepat daripada perbaikan yang dilakukan oleh tubuh. Osteoporosis sering disebut juga dengan keropos tulang. Tulang-tulang yang sering mengalami patah akibat osteoporosis adalah tulang ruas tulang belakang, tulang pinggul, tungkai, dan pergelangan lengan bawah.

Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita sejak masih muda. Tidak dapat dipungkiri penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul setelah usia 50 tahun, penyakit osteoporosis tidak mudah dideteksi secara dini.

Meskipun penyakit osteoporosis lebih banyak menyerang wanita, pria tetap memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit osteoporosis pada pria juga dipengaruhi estrogen. Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause, sehingga osteoporosis datang lebih lambat. Jumlah usia lanjut di Indonesia diperkirakan akan naik 414 persen dalam kurun waktu 1990-2025, sedangkan perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15,5 juta akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2015. Dapat dibayangkan betapa besar jumlah penduduk yang dapat terancam penyakit osteoporosis.

Osteoporosis tidak memperlihatkan tanda-tanda fisik atau gejala yang nyata hingga terjadi keropos atau keretakan pada usia senja. Banyak orang yang menganggap bahawa penyakit osteoporosis adalah gejala alam yang pasti dialami oleh setiap orang setelah berusia 30 tahun padahal osteoporosis dapat menyerang semua umur.

Biasanya penderita osteoporosis akan mengalami hal-hal sebagai berikut :

  • Sering mengalami sakit punggung dan pinggang
  • Kelainan bentuk tulang belakang (badan mulai bungkuk)
  • Postur kaki mulai bengkok

Dapatkah osteoporosis dicegah?

Mencegah Osteoporosis Sejak Dini memang harus Anda lakukan dari sekarang. Osteoporosis adalah salah satu jenis penyakit tulang yang bisa menyebabkan efek yang sangat besar di kemudian hari atau saat sudah lansia. Tulang yang bungkuk dan lemah adalah dua dari banyak dampak yang bisa ditimbulkan oleh penyakit tulang ini. Untuk mencegah ini, sebaiknya Anda memulai beberapa tindakan pencegahan mulai dari sekarang.

Pencegahan terjadinya osteoporosis dapat kita lakukan sejak dini. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan diantaranya adalah :

  • Meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup setiap harinya. Anda dapat memilih meminum susu. Selain itu, Anda dapat memakan makanan yang kaya kalsium seperti ikan teri, brokoli, tempe, tahu, keju, dan kacang-kacangan. Ikan laut dan kedelai adalah jenis makanan yang disarankan dalam pencegahan osteoporosis.
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat, rendah lemak, dan kaya kalsium (1000 -1500 mg per hari). Pastikan diet Anda mengandung 1000 miligram kalsium per hari (jika Anda belum menopause) atau 1500 miligram per hari (jika Anda telah menopause). Hindari suplemen yang berasal dari dolomite atau tepung tulang. Jangan mengkonsumsi kalsium melebihi 1500 miligram kalsium per hari.
  • Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit. Waktu yang paling baik adalah pagi sebelum jam 09.00 WIB atau sore sesudah jam 16.00 WIB. Sinar matahari terutama UVB membantu tubuh menghasilkan vitamin Dyang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan massa tulang.
  • Aktivitas yang cukup dan melakukan olah raga dengan beban. Dengan aktivitas yang baik tulang akan keras. Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk pembentukan tulang.
  • Kurangi makanan yang mengandung sodium, garam, daging merah, dan makanan yang diasinkan.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Jika Anda memilki pertanyaan seputar osteoporosis silahkan bertanya pada dokter kami melalui aplikasi Pakdok yang dapat didownload melalui Playstore dan Appstore. (EDA)

Sumber :

  • Muhti A, Anam MS. Hubungan Kebiasaan Olahraga dengan Kejadian Osteoporosis pada Lansia di Posyandu Lansia Desa Kemantren Kecamatan Tulangan Kab. Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kesehatan.
  • Osteoporosis. https://id.wikipedia.org/wiki/Osteoporosis

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store