Otitis Eksterna Difusa

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

325

Otitis eksterna difusa merupakan infeksi pada 2/3 bagian liang telinga. Bakteri yang paling sering menyebabkan otitis eksterna difusa adalah Pseudomonas aeruginosa. Selain bakteri tersebut, dapat pula disebabkan karena Staphylococcus aureus, Proteus mirabilis, Escherichia coli, dan lain sebagainya. Otitis eksterna difusa sering disebut dengan swimmer’s ear, karena salah satu faktor risiko yang menimbulkannya adalah berenang.

Otitis eksterna maligna juga merupakan salah satu bentuk otitis eksterna difusa, infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa, sehingga menyebabkan infeksi pada tulang temporal. Tipe ini terjadi pada pasien dengan kencing manis, penyakit dengan daya tahan tubuh rendah, dan pasien usia lanjut.

Infeksi bakteri menyerang liang telinga karena beberapa faktor risiko, diantaranya:

  • Berenang
  • Sering dibersihkan/dikorek-korek
  • Saluran telinga sempit
  • Serumen yang terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • Penyakit kulit dalam saluran telinga
  • Iklim yang panas dan lembab

Pada liang telinga, terdapat lapisan kulit yang melindungi telinga agar bakteri dan jamur tidak menempel pada liang telinga dan menjaga suhu di dalam liang telinga. Adanya faktor risiko tersebut, misalnya telinga yang sering dikorek-korek, akan membuat lapisan kulit liang telinga lecet. Dengan keadaan demikian, akan memicu bakteri masuk dan menimbulkan infeksi.

Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain nyeri telinga, gatal pada liang telinga, telinga terasa penuh, keluarnya cairan dari telinga, dan gangguan pendengaran. Pada stadium ringan, gejala yang mungkin dialami adalah rasa gatal dan nyeri telinga. Pada stadium sedang, rasa gatal, nyeri telinga, dan keluar cairan dari telinga dapat terjadi. Pada stadium berat, rasa nyeri dirasakan amat meningkat, terutama saat telinga bagian luar ditekan ataupun saat mengunyah.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai keluhan yang dialami, serta kebiasaan-kebiasaan yang akan memicu timbulnya otitis eksterna difusa. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama otoskop, untuk memperluas lapangan pandang ke dalam telinga untuk melihat struktur telinga lebih jelas. Jika dengan menggunakan otoskop lapangan pandang masih terhalang, maka dapat dilakukan pembersihan bagian telinga terlebih dahulu.

Pemberian terapi untuk otitis eksterna difusa umumnya adalah tetes telinga. Isi tetes telinga bisa berupa antibiotik dan steroid. Sebelum pemberian tetes telinga, perlu dilakukan ear toilet, yaitu membersihkan telinga dengan larutan agar pemberian tetes telinga lebih efektif. Untuk mengurangi rasa nyeri, dapat diberikan pula antinyeri, dan pemberian obat untuk mengurangi rasa gatal.

Apabila kondisi semakin berat dan tidak kunjung membaik, serta didapatkan komplikasi seperti penyempitan lubang telinga yang progresif, necrotizing otitis externa (infeksi yang menyebar hingga jaringan dalam liang telinga) maka kemungkinan tindakan pembedahan akan diperlukan.

Sebagai tindakan pencegahan, faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan otitis eksterna difusa harus dihindari, diantaranya:

  • Memakai pelindung saat mandi atau berenang agar air tidak terperangkap ke dalam telinga
  • Tidak membersihkan telinga dengan mengorek-ngorek bagian telinga, sehingga akan melukai liang telinga dan membuat serumen masuk semakin dalam
  • Tidak memasukkan objek ke dalam telinga yang menyebabkan telinga mengalami goresan atau luka, yang kemudian akan menimbulkan infeksi. (PAY/STE/CM)

Referensi:

  1. Panduan Diagnosis dan Terapi Dept THT-KL RSUD Dr Soetomo Surabaya
  2. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala&Leher FK UI
  3. https://emedicine.medscape.com/article/994550-overview
  4. www.aafp.org/afp/2012/1201/p1055.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store