Otitis Media Akut

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

268

Otitis media akut (OMA) merupakan keradangan pada telinga tengah yang dapat disebabkan oleh agen infeksius atau non-infeksius. Keradangan ini seringkali kali terjadi setelah infeksi saluran napas atas (ISPA). OMA dapat dialami oleh setiap orang dari segala tingkatan usia, tapi paling sering dialami oleh bayi dan anak yang berusia 6 hingga 24 bulan.

OMA dapat disebabkan karena infeksi virus, bakteri, atau keduanya. Bakteri yang paling sering menyebabkan OMA adalah Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis. Sedangkan, virus yang paling sering menyebabkan OMA adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), virus corona, virus influenza, virus adeno, virus metapneumo, dan virus picorna.

OMA diawali dengan proses keradangan saluran napas atas meliputi mukosa hidung, nasofaring, dan saluran Eustachius. Saluran Eustachius menghubungkan nasofaring dengan telinga tengah sehingga berfungsi sebagai ventilasi yang mengatur agar tekanan udara di telinga tengah sama dengan tekanan udara luar. Pada anak-anak, struktur anatomis dari saluran Eustachius belum sempurna, sehingga lebih mudah terjadi kelainan dan proses peradangan pada anak.

Keradangan akan menyebabkan jaringan bengkak yang semakin mempersempit saluran Eustachius sehingga ventilasi akan menurun. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan negatif di telinga tengah dan meningkatkan pertumbuhan virus dan bakteri yang kemudian memberikan gejala OMA, yaitu: membran timpani yang kemerahan, menonjol, serta adanya cairan pada telinga tengah.

Beberapa faktor risiko rupanya diduga membuat seseorang lebih rentan mengalami OMA. Faktor risiko tersering adalah ISPA, sedangkan faktor risiko yang lainnya adalah jenis kelamin laki-laki, bayi prematur, alergi, hipertrofi kelenjar adenoid, refluks gastroesophageal (GER), abnormalitas kraniofasial, Down syndrome, dan genetika.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pemberian ASI akan mengurangi risiko terkena OMA, namun studi terbaru di Denmark menunjukkan hal tersebut tidak berhubungan. Kondisi sosial ekonomi yang rendah, lingkungan hidup yang padat, paparan asap rokok, polusi, penggunaan botol dot, serta perawatan diri sehari-hari yang buruk juga dianggap dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami OMA.

Terdapat empat stadium perjalanan penyakit OMA. Pertama adalah tubotympanitis, yaitu radang pada saluran timpani yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Pada pemeriksaan akan nampak membran timpani yang tertarik. Kedua adalah hiperemia atau kemerahan pada saluran telinga. Kondisi ini juga dapat disertai dengan nyeri pada telinga dan demam yang dapat mencapai 39 derajat celsius. Membran timpani akan nampak pucat. Ketiga adalah eksudatif, yaitu nyeri berat pada saluran telinga dan tidak nampaknya struktur saluran telinga saat diperiksa oleh otoskopi. Stadium terakhir adalah supuratif, yaitu nyeri berat pada saluran telinga dengan demam yang mencapai 40 derajat celsius. Tidak jarang stadium ini disertai dengan keluarnya cairan dari telinga berupa darah atau nanah.

Otitis media akut dikatakan sebagai selflimited disease, yaitu akan sembuh dengan sendirinya, apabila tidak terjadi komplikasi lain. Komplikasi yang dapat terjadi akibat OMA adalah robeknya membran timpani, mastoiditis akut, kelumpuhan saraf wajah, meningitis bakteri akut, ensefalitis, abses otak, endokarditis bakteri. Kondisi otitis media akut yang tidak teratasi juga dapat menjadi kronis.

Pengobatan OMA ditujukan untuk mengurangi nyeri telinga dan menghentikan proses infeksi. Pengobatan dan pencegahan terhadap komplikasi juga harus jadi perhatian, karena dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan organ pendengaran yang serius. Segera konsultasikan pada dokter, apabila Anda memiliki keluhan serupa. (ROU/STE/CM)

Referensi:

Danishar, Amina. Ashursht, John V. (2017). Otitis, Media, Acute. Available at: https://ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470332/ Diakses pada tanggal 24 Agustus 2018.

Hernández-vaquero, G. E., & Soto-galindo, G. A. (2017). Update in Pediatric Acute Otitis Media : A Review, 4. Available at: https://jscimedcentral.com/Otolaryngology/otolaryngology-4-1173.pdf Diakses pada tanggal 24 Agustus 2018.

Donaldson, John D. (2017). Acute Otitis Media.  Available at: https://emedicine.medscape.com/article/859316-overview Diakses pada tanggal 24 Agustus 2018.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store