Otitis Media Efusi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

339

Sebuah penyakit radang telinga tengah atau dalam bahasa kedokteran disebut otitis media, dapat berupa-rupa macamnya. Salah satunya adalah otitis media efusi. Arti dari kata otitis media efusi adalah sebuah peradangan pada telinga tengah dengan pengumpulan cairan di dalam rongganya tanpa adanya kerusakan pada gendang telinga atau gendang telinga. Kasus ini cukup banyak ditemui pada anak-anak bila dibandingkan pada orang dewasa.

Otitis media efusi disebabkan oleh sebuah sumbatan yang berlangsung lama pada sebuah saluran berukuran 4 cm, yaitu tuba Eustachius. Tuba Eustachius adalah sebuah saluran kecil yang menghubungkan telinga dengan hidung, tepatnya pada bagian nasofaring dengan telinga tengah. Sumbatan pada saluran ini mengakibatkan cairan mudah menumpuk pada telinga tengah, sehingga mengakibatkan berbagai keluhan. Gendang telinga pada kasus otitis media efusi tidak mengalami kerusakan, namun berfungsi kurang maksimal karena menumpuknya cairan pada telinga tengah.

Gejala yang dapat dirasakan antara lain:

  1. Rasa penuh pada telinga
  2. Nyeri telinga
  3. Pendengaran yang menurun

Angka kejadian penyakit ini tinggi pada anak-anak daripada orang dewasa dan merupakan penyebab ketulian tersering pada anak. Orang tua seringkali tidak menyadari penyakit ini pada anaknya hingga didapatkan terjadinya gangguan pendengaran, gangguan bicara, bahasa atau bahkan gangguan perkembangan sekolah.

Tatalaksana yang akan dilakukan oleh dokter antara lain:

  1. Antibiotik sesuai dengan kuman penyebab
  2. Dekongestan hidung untuk mengurangi sumbatan
  3. Antihistamin bila ada tanda-tanda radang pada hidung akibat alergi
  4. Miringotomi dan pemasangan grommet bila penyakit menepat lebih lama (2 bulan). Dokter akan melakukan irisan dan memasang sebuah alat pada gendang telinga agar cairan dapat dikeluarkan.

Bila penanganan pada pasien tepat, penyakit ini dapat sembuh spontan dalam beberapa minggu atau bulan. Namun bila tidak ditangani dengan tepat, dapat terjadi komplikasi seperti rusaknya gendang telinga sehingga cairan keluar dari telinga. Komplikasi lainnya adalah menyebarnya infeksi dan peradangan pada jaringan lain seperti tulang dan otak.

Pencegahan pada penyakit ini adalah perawatan pada hidung serta telinga dengan benar.

  1. Bila pasien mempunyai riwayat alergi pada hidung, maka pasien harus menjaganya dengan menghindari pencetus atau obat antialergi agar tidak menjadi penyumbatan.
  2. Kelainan lainnya seperti pembesaran amandel atau tumor nasofaring memerlukan penanganan lebih lanjut oleh spesialis yang terkait.
  3. Pada anak-anak, penting untuk disusui seusai usianya karena menyusui akan membuat anak kuat terhadap infeksi telinga.
  4. Cuci tangan bila hendak makan/minum
  5. Pada anak dengan sindroma down perlu diwaspadai kemungkinan penyakit ini karena pada anak dengan sindrom down terdapat kelainan bentuk pada tuba Eustachius
  6. Pakailah masker bila hendak bersentuhan dengan debu ataupun polusi
  7. Karena evaluasi penyakit ini memerlukan keterampilan spesialistik, pasien sebaiknya dirujuk menuju spesialis THT-Kl sejak diagnosis pertama. (HIL/STE)

Sumber :

  1. http://www.ichrc.org/693-otitis-media-efusi
  2. Soepardi, Efiaty Arsyad; Iskandar, Nurbaiti. Editor: Otitis Media Non-Supuratif. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga-Hidung-Tenggorokan Kepala Leher. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store