Overweight & Obesitas pada Kehamilan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Apllikasi

520
Ilustrasi Kehamilan dan Obesitas

“Wah, udah hamil berapa bulan, Bu? Beratnya naik banyak ya?”

“ Iya nih, tapi nggak apa-apa, kan hamil…nanti bisa dikurusin lagi…”

Sering mendengar percakapan ini? Ya, kenaikan berat badan drastis saat hamil seringkali dianggap biasa, padahal hal ini memiliki dampak serius pada ibu, janin, dan neonatal. Tahukah bunda bahwa obesitas pada kehamilan juga berhubungan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu pasca kelahiran? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait obesitas dan kehamilan. Let’s check it out!

  1. Apa itu Obesitas?

Ukuran untuk menentukan kelebihan berat badan adalah dengan nilai indeks massa tubuh (IMT).

IMT (kg/m2) Klasifikasi
<18,5 Kurus
18,5 – 24,9 Normal/sehat
25,0 – 29,9 Berat badan berlebih
30,0 – 34,9 Obesitas grade 1
35,0 – 39,9 Obesitas grade 2
³ 40 Obesitas grade 3

 

  1. Apa saja resiko yang mungkin timbul jika mengalami obesitas dalam kehamilan?
  • Diabetes gestasional, adalah diabetes yang pertama kali didiagnosis selama kehamilan.
  • Preeklampsia, adalah gangguan tekanan darah tinggi yang dapat terjadi selama kehamilan atau setelah kehamilan. Menurut data, wanita hamil dengan peningkatan IMT yang signifikan memiliki risiko 50% mengalami preeklamsia dibandingkan wanita hamil dengan IMT normal.
  • Sleep apnea, yaitu kondisi di mana seseorang berhenti bernafas sesaat di saat tidur. Selama kehamilan, sleep apnea tidak hanya dapat menyebabkan lelah, tetapi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklamsia, eklamsia, gangguan jantung, dan gangguan paru-paru.
  • Tromboembolisme vena, yaitu terjadinya pembekuan darah yang berisiko menyebabkan kematian pada wanita hamil. Terdapat hubungan yang signifikan antaran IMT dan tromboembolisme vena. Hal yang paling mencolok adalah 57% wanita hamil meninggal akibat tromboembolisme vena mengalami obesitas.
  • Abortus atau keguguran
  1. Apakah resiko bagi janin?
  • Obesitas akan mempersulit dokter untuk melakukan analisa yang akurat dan mendeteksi apakah janin mengalami gangguan melalui USG (terkait dengan ketebalan jaringan lemak).
  • Meningkatkan resiko cacat lahir, seperti cacat jantung dan cacat tabung saraf.
  • Bayi berukuran besar (Macrosomia), sehingga meningkatkan resiko cedera pada bayi selama proses kelahiran.
  • Masalah pre-eclampsia yang timbul akibat obesitas dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Bayi prematur tidak sepenuhnya berkembang seperti bayi yang lahir setelah 40 minggu kehamilan. Akibatnya, mereka memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Stillbirth— Semakin tinggi IMT wanita, semakin besar risiko bayi lahir mati. Dalam sejumlah penelitian dibuktikan wanita hamil yang mengalami obesitas memiliki risiko 2 kali bayi lahir mati dibandingkan wanita hamil dengan IMT normal.
  1. Bagaimana cara menurunkan berat badan dengan aman?
  • Menjaga aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur. Tidak perlu melakukan aktivitas yang berat. Berjalan cepat, berenang, atau berkebun dapat menjadi salah satu pilihan bunda.
  • Susunlah agenda makanan sehat bunda. Pada trimester kedua dan ketiga, seorang wanita hamil membutuhkan rata-rata 300 kalori ekstra per hari. Jangan berlebihan menambahkan porsi makanan, jika bunda ragu dapat berkonsultasi dengan dokter gizi.
  1. Dapatkah wanita hamil dengan obesitas masih memiliki harapan mempunyai kehamilan yang sehat?

Meskipun berisiko, wanita hamil dengan obesitas dapat memiliki kehamilan yang sehat jika dilakukan pengelolaan yang cermat terhadap berat badan, melakukan perawatan pranatal rutin untuk memantau komplikasi, dan pertimbangan khusus untuk persalinan.

Nah, sekarang bunda sudah mengerti bahwa berat badan berlebih tidak bagi untuk bunda dan janin kan? Nikmati masa kehamilan bunda dan jangan lupa mengatur pola makan dan aktivitas bunda, serta berkonsultasilah dengan dokter jika bunda merasa ragu-ragu dengan perkembangan keghamilan bunda. Salam sehat bunda dan janin! (LM/CM)

Referensi

  1. Arabin, B., & Stupin, J. (2014). Overweight and Obesity before, during and after Pregnancy. Geburtshilfe Und Frauenheilkunde, 74(07), 646-655. https://dx.doi.org/10.1055/s-0034-1368462
  2. Fitzsimons, K., Modder, J., & Greer, I. (2009). Obesity in pregnancy: risks and management. Obstetric Medicine, 2(2), 52-62. https://dx.doi.org/10.1258/om.2009.090009
  3. Obesity and Pregnancy – ACOG. (2018). Acog.org. 

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store