Pahamilah Wanita Disegala Kondisinya

142

Mereka yang berpasangan mungkin mendapati suatu situasi dimana pasangan wanita mereka bisa marah tanpa suatu alasan yang jelas. Mungkin karena sedikit perbuatan atau perkataan yang salah bisa membuat ppasangan wanita mereka marah. Ada saat-saat dimana wanita menjadi sensitif dan mood-nya bisa cepat berubah. Sebab itu guys, sebelum salah paham maka bacalah artikel ini. Ladies juga perlu memahami kondisi di dalam mereka yang mempengaruhi mood atau emosi mereka.

Mungkin sobat sudah tidak asing tentang hormon estrogen. Hormon ini sangat erat kaitannya dengan emosi wanita termasuk di dalamnya seperti depresi dan kecemasan terutama pada masa-masa hormon ini dihasilkan.

Semenjak seorang mengalami masa pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan estrogen dalam koordinasi dengan siklus menstruasi bulanan. Tingkat estrogen bisa mengalami turun naik dengan cepat pada pertengahan siklus, kemudian bisa turun naik secara bertahap. Tidak ada ukuran pasti seberapa kadar estrogen pada masing-masing individu wanita yang mempengaruhi gangguan emosi. Ini menunjukan dampak emosional dari estrogen ternyata sama misteriusnya dengan mood para wanita.

Estrogen dan otak

Seperti kita ketahui salah satu yang mempengaruhi emosi seseorang adalah otaknya. Nah, estrogen berperanan dimana-mana dalam tubuh kita, termasuk di dalamnya adalah otak kita. Berikut adalah peranannya :

  • Meningkatkan serotonin, dan jumlah reseptor serotonin di otak. Serotonin berfungsi untuk membantu mengatur tidur, nafsu makan, dan mood. Menurut Harvard Medical School, beberapa orang yang menderita depresi mungkin memiliki kadar serotonin yang terlalu rendah.
  • Memodifikasi produksi dan dampak dari endorphin yaitu zat kimia pada otak kita yang memberikan perasaan baik atau “feel-good”.
  • Melindungi syaraf dari kerusakan dan bahkan mungkin merangsang pertumbuhan syaraf.

Bagi para peneliti dampak atau tindakan estrogen terlalu rumit untuk bisa dipahami sepenuhnya. Namun, mereka percaya bahwa beberapa wanita lebih rentan terhadap perubahan estrogen pada siklus menstruasi. Roller coaster atau naik turunnya hormon estrogen yang cepat inilah yang sering menciptakan gangguan mood pada wanita.

Estrogen dan PMS

Sebanyak 90% wanita mengalami gejala yang tidak menyenangkan sebelum menstruasi mereka. Sindrom menjelang menstruasi atau bahasa kerennya Premenstrual Syndrome (PMS). Sindrom fisik seperti kembung, pembengkakan lengan atau kaki, dan nyeri payudara. Sedangkan sindrom emosi seperti terlalu emosional, mengalami depresi, gampang marah, kecemasan, dan ingin menyendiri.

Estrogen dan PMDD

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) hampir sama dengan PMS yang membuat mood negatif berkembang sebelum menstruasi. Hanya saja menurut beberapa ahli, PMDD adalah bentuk yang lebih parah dari PMS karena gejala emosi lebih parah bahkan melampaui gejala fisik. 3% hingga 9% wanita mengalami  PMDD.

Kadar estrogen pada wanita dengan PMS atau PMDD hampir selalu normal. Masalahnya mungkin terletak pada cara estrogen “berbicara” ke bagian otak yang terlibat dalam suasana hati. Wanita dengan PMS atau PMDD bisa saja lebih terpengaruh oleh fluktuasi estrogen normal selama siklus menstruasi.

Estrogen dan Depresi Pascapersalinan

Merasaa “blues” setelah melahirkan sangat umum dianggap normal. Namun, 10% hingga 25% wanita mengalami depresi berat dalam enam bulan pertama setelah melahirkan. Turunnya estrogen secara tiba-tiba setelah melahirkan sepertinya merupakan penyebab yang jelas, sekalipun kaitan ini tidak pernah terbukti.

Depresi estrogen dan perimenopause

Dalam beberapa bulan atau tahun sebelum menopause (disebut perimenopause), kadar estrogen tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Selama perimenopause, hingga 10% wanita mengalami depresi yang mungkin disebabkan oleh tingkat estrogen yang tidak stabil.

Estrogen dan Depresi Pascamenopause

Saat menopause, tingkat estrogen turun ke tingkat yang sangat rendah. Menariknya, mengonsumsi estrogen oral tidak memperbaiki depresi pada wanita setelah menopause. Setelah menopause, tingkat depresi wanita menurun, menjadi serupa dengan pria pada usia yang sama.

So guys, semoga sudah agak bisa memahami wanita. Ketika pasangan wanita kita tiba-tiba berubah emosinya dan marah-marah belum tentu itu karena mereka tidak sayang sama sobat. Berarti belum tentu juga sobat salah perkataan atau perbuatan, sehingga sobat jangan terlalu menyalahkan diri sampai depresi. Sebaliknya, mungkin pada saat itu pasangan wanita kita sedang mengalami apa yang telah dijelaskan di atas. Setelah memahami ini justru ketika mereka sedang mengalami ini, cobalah untuk lebih memperhatikan pasangan wanita kita. Baiklah sobat, tetaplah sehat, tetap semangat.