Panduan Perawatan Gigi dan Mulut Untuk Penderita Diabetes

195

Indonesia memiliki angka penderita diabetes yang sangat tinggi dan jumlahnya terus meningkat. Diabetes sering diasosiasikan dengan gagal ginjal, stroke dan penyakit jantung. Tetapi ternyata diabetes dapat menyebabkan gangguan di gigi dan gusi.

Penderita diabetes yang tidak dapat mengontrol penyakitnya dengan baik akan menghadapi berbagai masalah di mulut. Hal ini terjadi karena daya tahan tubuhnya terhadap serangan infeksi sangatlah rendah, sehingga gusi dapat dengan mudah terinfeksi dan penyembuhannya juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu penderita diabetes harus memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan mulut dan gigi selain harus mengontrol kadar gula darah dalam kadar normal. Peningkatan glukosa akan membuat bakteri di mulut tumbuh dengan subur dan dapat merusak keseimbangan dari sel darah putih yang menjadi pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi bakteri di mulut.

Kesehatan mulut diabetes dan merokok
Penderita diabetes yang merokok mempunyai resiko lebih tinggi terkena sariawan dan penyakit jaringan mulit dibandingkan mereka yang tidak merokok karena rokok memperlambat aliran darah di gusi. Terlebih dari pada diabetes yang tidak terkendali sering diikuti maslah mulut seperi xerostomia (mulut kering), inflamasi di gusi, infeksi gusi (ginggivitis) dan periodontitis, sariawan, mulut terasa terbakar, dan rasa kebas di mulut.

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, oleh karean itu penting untuk Anda melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut
•  Merawat gigi secara berkala dengan dokter gigi. Selain itu memeriksakan diri secara teratur untuk kondisi diabetes.
•  Menjaga kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol senormal mungkin
•  Bersihkan gigi dan gusi Anda secara berkala oleh dokter gigi, minimal dua kali dalam setahun.
•  Cegah penimbunan plak gigi dengan penggunaan dental floss paling tidak satu kali sehari
•  Optimalkan pengunaan obat kumur mulut untuk megurangi jumlah bakteri yang menyebabkan plak gigi dan infeksi gusi.
•  Menggosok gigi dengan teratur, terutama sehabis makan menggunakan sikat gigi berbulu halus
•  Berhenti merokok

Sumber: healthmeup