PAP SMEAR

73

Pap smear atau Pap tes adalah metode pengujian untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim atau kanker serviks pada seorang wanita sedini mungkin, agar dapat segera diobati. Selain itu, dengan menjalani Pap smear secara rutin, kondisi jaringan serviks dapat diketahui dengan baik dan dokter bisa memprediksi apakah akan terjadi kanker atau tidak di waktu yang akan datang.

Pemeriksaan Pap smear sebaiknya dilakukan setiap dua tahun, sejak usia 21 tahun. Setelah usia 30 tahun, tes ini dapat dilakukan setiap tiga tahun. Pap smear dianjurkan bagi wanita usia subur yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Pap smear sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita hamil 25 minggu ke atas sampai 12 minggu setelah melahirkan, karena akan terasa nyeri dan hasilnya kurang akurat.

Anda mungkin perlu tes lebih sering jika:

  • Anda memiliki HIV positif
  • Anda memiliki sistem kekebalan yang melemah akibat kemoterapi atau transplantasi organ

Jika Anda berusia di atas 30 tahun dan belum memiliki tes Pap abnormal, tanyakan kepada dokter Anda tentang melakukan tes skrining human papillomavirus (HPV) setiap 5 tahun. HPV adalah virus yang menyebabkan kutil dan meningkatkan kemungkinan kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks. Jika Anda menderita HPV, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

Sebelum menjalani pemeriksaan Pap smear, disarankan agar tidak berhubungan seksual ataupun mencuci vagina dengan pembersih vagina setidaknya selama 2-3 hari, agar hasil pemeriksaan Pap smear dapat lebih akurat. Pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk dilakukan beberapa hari setelah atau sebelum menstruasi.

Pap smear umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pasien akan diminta untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian lain yang lebih longgar, atau melepaskan pakaian bagian bawah. Pasien kemudian akan diminta untuk telentang di meja khusus dan melebarkan paha serta menekuk lututnya, agar dokter lebih mudah melakukan prosedur ini. Dokter kemudian akan memasukkan alat khusus bernama spekulum ke dalam vagina pasien. Spekulum akan menahan dinding vagina cukup lebar, sehingga dokter dapat lebih mudah melihat jaringan serviks. Pasien akan merasakan sedikit tidak nyaman karena tekanan yang diakibatkan oleh spekulum pada vaginanya. Lalu, dokter akan mengambil jaringan serviks menggunakan spatula, sikat, atau gabungan keduanya. Setelah selesai, dokter akan menyimpan sampel di dalam wadah khusus dan membawanya ke laboratorium.

Sama seperti semua pemeriksaan medis lain, Pap smear tidak sepenuhnya akurat. Hasil yang tidak akurat ini dapat terjadi karena kurangnya sampel sel yang diambil, adanya peradangan, atau bisa juga karena adanya darah yang menghalangi penampakan sel-sel abnormal. Anda harus tetap mendapatkan Pap smear secara teratur berdasarkan usia Anda, terlepas dari status aktivitas seksual Anda, karena virus HPV dapat bersifat tidak aktif selama bertahun-tahun dan kemudian tiba-tiba menjadi aktif. (PK/PAY)

Referensi:

  • Mayo Clinic. Pap smear. 2019
  • Healthline. Pap smear (Pap Test): What to Expect. 2019
  • WebMD. What Is a Pap Test? 2019
  • MedlinePlus. Pap test. 2019