Para Perokok, Waspada Bahaya Kanker Paru!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

555

Merokok merupakan salah satu kebiasaan tidak sehat yang masih sangat sering dijumpai di Indonesia. Mirisnya lagi, konsumsi rokok sekarang telah dimulai sejak usia dini (15-21 tahun). Padahal merokok sudah terbukti klinis menyebabkan berbagai penyakit. Salah satunya cukup mematikan yaitu kanker paru. Hasil penelitian berbasis rumah sakit dari 100 RS di Jakarta menunjukkan bahwa kanker paru merupakan kasus terbanyak pada laki-laki dan nomor 4 terbanyak pada perempuan, dan merupakan penyebab kematian utama pada laki-laki dan perempuan.

Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui secara pasti,  tetapi para ahli meyakini erat kaitannya dengan kebiasaan merokok. Kelompok pasien dengan risiko tinggi mencakup pasien usia > 40 tahun dengan riwayat merokok ≥30 tahun dan berhenti merokok dalam kurun waktu 15 tahun sebelum pemeriksaan, atau pasien ≥50 tahun dengan riwayat merokok ≥20 tahun dan adanya minimal satu faktor risiko lainnya. Namun, para perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok) juga memiliki resiko yang sama dengan perokok aktif.

Gejala kanker paru memang tidak khas bahkan bisa menyerupai penyakit paru lainnya. Gejala yang umum dirasakan antara lain batuk lama, batuk berdarah, sesak nafas, nyeri dada, suara serak, sulit/nyeri menelan yang tidak merespon dengan pengobatan atau penurunan berat badan dalam waktu singkat, nafsu makan menurun, demam hilang timbul, sakit kepala, nyeri di tulang, dan pembengkakan di leher, ketiak atau dinding dada. Seperti halnya kanker yang lain, kanker paru juga bertumbuh dengan sangat cepat dan menyebar ke organ tubuh lainnya sehingga menimbulkan berbagai komplikasi gagal organ dan pada akhirnya menyebabkan kematian.

Pilihan pengobatan kanker paru hingga saat ini masih dengan kemoterapi dan pembedahan. Pengobatan ini tentu memakan waktu dan biaya yang besar, ditambah lagi terapi-terapi tersebut tidak bisa menjamin kesembuhan total. Apabila pasien sembuh, beberapa pasien mungkin tidak bisa memiliki kualitas hidup yang baik dan beberapa di antaranya juga mengalami tidak mengalami  remisi komplit, yang artinya masih ada sel-sel tumor yang “berdiam” dalam tubuh si pasien.

Kesimpulannya, mari kita hindari merokok sejak dini terutama generasi muda yang masih di bawah umur karena selain merokok merugikan kesehatan diri sendiri dan orang lain, kita tidak ingin kehilangan penerus bangsa hanya karena sesuatu yang sebenarnya dapat dicegah. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Laporan Tahunan 2014. Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI-RSUP Persahabatan
  2. Jusuf A, Haryanto A, Syahruddin E, Endart S, Mudjiantoro S, Sutantio N. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil di Indonesia. PDPI &POI, Jakarta. 2015.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store