Parkinson

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

84

Penyakit Parkinson merupakan gangguan sistem saraf progresif yang mempengaruhi gerakan otot. Penyakit ini kronis dan sering memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan dan perlu untuk diketahui apa saja tanda dan gejala penyakit ini secara dini agar dapat dicegah, atau ditangani dengan segera untuk meringkankan penyakit ini. Nah penjelasan lengkapnya akan dibahas dalam artikel berikut:

Definisi Penyakit Parkinson

Gerakan otot yang halus dan terkoordinasi dari tubuh dimungkinkan oleh suatu zat di otak yang disebut dopamin. Dopamin diproduksi di bagian otak yang disebut “substantia nigra“. Pada penyakit Parkinson, sel-sel substantia nigra mulai mati. Ketika ini terjadi, tingkat dopamin berkurang. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran.

Penyebab Penyakit Parkinson

Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf tertentu (neuron) di otak secara bertahap memecah atau mati. Banyak gejala disebabkan oleh hilangnya neuron di sel-sel substantia nigra penghasil dopamin. Sehingga ketika tingkat dopamin menurun aktivitas otak juga menjadi tidak normal, dan menyebabkan gejala penyakit Parkinson. Penyebab penyakit Parkinson tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor tampaknya memainkan peran, termasuk genetik dan pemicu dari lingkungan.

Faktor Risiko Penyakit Parkinson

Faktor risiko untuk penyakit Parkinson meliputi:

  1. Usia 60 atau lebih tua.
  2. Keturunan
  3. Jenis Kelamin pria lebih mungkin mengembangkan penyakit Parkinson daripada wanita.
  4. Paparan racun.

Gejala Penyakit Parkinson

Tanda-tanda dan gejala Parkinson mungkin termasuk:

  1. Beberapa gejala awal yaitu menurunnya kemampuan untuk mencium dan konstipasi.
  2. Empat masalah motor utama yang terlihat yaitu tremor. Gemetar yang terjadi saat istirahat, gerakan lambat, kekakuan lengan, kaki, dan tubuh, hingga masalah dengan keseimbangan dan kecenderungan untuk jatuh
  3. Gejala sekunder yaitu ekspresi wajah kosong, kesulitan menulis, penurunan ayunan lengan saat berjalan, perubahan cara bicara.

Perlu diketahui, tidak semua penderita penyakit Parkinson mengalami seluruh gejala di atas. Ada sebagian penderita penyakit Parkinson yang hanya mengalami gejala ringan dan tidak mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Pencegahan Penyakit Parkinson

Karena penyebab Parkinson tidak diketahui, cara-cara yang terbukti untuk mencegah penyakit juga belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik teratur dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi kafein yang ada dalam kopi, teh, dan cola lebih sering mendapat penyakit Parkinson daripada mereka yang tidak meminumnya.

Pengobatan Penyakit Parkinson

Pengobatan untuk penyakit Parkinson difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul dan juga menjaga agar pasien bisa tetap beraktivitas sehari-hari semaksimal mungkin. Untuk tahap awal penyakit Parkinson dengan gejala yang masih ringan,  pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan. Tapi pertemuan rutin dengan dokter dianjurkan untuk tetap dilakukan agar dokter dapat mengawasi kondisi kesehatan. (LM)

Referensi

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2018). Parkinson‘s Disease. Retrieved from https://www.webmd.com/parkin sons-disease/default.htm

Parkinson‘s disease – Symptoms and causes. (2018). Retrieved from https://www.ma yoclinic.org/diseases-conditions/Parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-203 76055

Parkinson‘s Disease. (2018). Retrieved from https://www.healthline.com/health/ Parkinsons#HomeRemedies


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store