Paronikia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

311

Paronikia adalah infeksi kulit di sekitar kuku tangan atau kuku kaki, yang umumnya disebabkan oleh bakteri, namun bisa juga terjadi akibat infeksi jamur. Paronikia bisa terjadi secara mendadak dan berkembang cepat (akut), atau bertahap dan berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Paronikia akut hampir selalu terjadi di area sekitar kuku tangan, sedangkan paronikia kronis bisa terjadi di kuku di tangan atau di kuku kaki, dan infeksi bisa menyebar ke bawah kulit.

Apa saja tanda-tanda dan gejala paronikia (paronychia)? Gejala-gejala umum dari paronikia adalah:

  • Perubahan pada kuku, seperti kemerahan, bengkak, kuku lepas, berbentuk tidak normal
  • Retak pada lipatan kuku atau trauma pada kuku
  • Nyeri pada kulit di sekitar kuku
  • Kulit di sekitar kuku terasa lembap dan dapat berlendir
  • Demam, menggigil, dan tidak enak badan
  • Nyeri otot dan sendi

Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian kulit yang tebal di sekitar kuku dan membuat kuku terlepas. Penderita paronikia juga mungkin mengalami gejala – gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Ada banyak penyebab infeksi pada paronikia. Penyebab yang paling umum adalah:

  • Infeksi bakteri, biasanya kuku terasa sakit dan tiba-tiba.
  • Infeksi jamur yang biasanya muncul perlahan dan tidak menghasilkan lendir.
  • Jenis virus dan jamur lainnya juga dapat menyebabkan paronikia, namun lebih jarang terjadi.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami paronikia adalah:

  1. Pekerjaan

Pekerjaan yang bisa meningkatkan risiko paronikia adalah:

  • Nelayan.
  • Tukang cuci baju atau piring.
  • Bartender.
  • Pemerah susu.

2. Luka

Kulit yang terbuka bisa menyebabkan kuman masuk ke lapisan di dalamnya. Kondisi ini bisa terjadi disebabkan beberapa faktor seperti:

  • Kebiasaan menggigit kuku.
  • Teknik manikur kuku yang kurang baik.
  • Kuku yang rusak akibat eksim atau dermatitis kontak.

3. Kondisi Kuku

Mengenakan kuku palsu dalam waktu lama bisa membuat kuku menjadi lembab. Kondisi tersebut mendukung perkembangan kuman, yang pada akhirnya menyebabkan infeksi. Cantengan akibat arah pertumbuhan kuku yang salah, juga berisiko menimbulkan paronikia.

Paronikia bisa dicegah dengan melakukan sejumlah hal di bawah ini:

  • Kenakan sarung tangan karet jika pekerjaan membuat sering bersentuhan dengan air.
  • Jangan mengenakan kuku palsu dalam waktu lama.
  • Keringkan tangan dan kaki setiap selesai menyentuh air.
  • Hindari kebiasaan menggigit kuku atau mencungkil kulit di sekitar kuku.
  • Jangan memotong kuku terlalu pendek. Pastikan memotong kuku sejajar dengan ujung jari.
  • Bagi penderita kencing manis, periksa kaki setiap hari untuk mewaspadai paronikia atau gangguan lain di kaki, karena kelainan pada kaki seringkali tidak dirasakan oleh penderita kencing manis. Selain itu, biasakan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman untuk mencegah terjadinya perlukaan pada kaki. Anda dapat meminta tolong pada orang terdekat Anda untuk mencoba alas kaki yang Anda gunakan terlebih dahulu, untuk memastikan alas kaki tersebut nyaman dan tidak berisiko menyebabkan luka akibat penggunaan alas kaki.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store