PEMERIKSAAN KANKER SERVIKS HARUS SETIAP TAHUN, DOK?

47

Apakah Anda
pernah mendengar tentang kanker serviks atau kanker mulut rahim? Apa benar
pemeriksaan kanker serviks harus setiap tahun? Apa beda pemeriksaan papsmear
dengan IVA? Mari simak artikel untuk penjelasan lebih lanjut!

Kanker Serviks, Hantu Setiap Wanita

Serviks
adalah area tubuh wanita yang berada di antara vagina dan rahim. Kanker serviks
terjadi saat sel-sel di serviks rusak dan berkembang biak secara cepat namun
tidak sesuai keadaan normalnya. Kanker serviks dapat mengancam jiwa jika tidak
terdeteksi atau tidak diobati. Jenis virus tertentu yang disebut human papilloma virus (HPV) adalah
penyebab dari hampir semua kasus kanker serviks.

Tahukah
Anda bahwa kanker serviks menempati peringkat keempat dari seluruh kanker yang
terjadi pada wanita?  Sekitar 570.000
kasus baru atau 6,6% dari semua kanker wanita disebabkan oleh kanker serviks
dan 90% dari seluruh kanker servix terjadi di negara berkembang! Menakutkan
bukan? Namun, Anda tidak perlu khawatir karena dokter ataupun bidan Anda dapat memeriksa
keberadaan virus dan sel-sel ganas yang belum menjadi kanker (prakanker), lho.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Teknologi
saat ini telah menemukan metode untuk mencegah dan mengobati lebih dini dari
kanker serviks. Skrining atau deteksi dini pun saat ini sangat mudah dilakukan,
termasuk di wilayah terpencil sekalipun.

Skrining
bertujuan untuk mendeteksi perubahan pada sel prekanker yang jika tidak diobati
dapat menyebabkan kanker. Beberapa hal penting pada deteksi dini dari kanker
serviks adalah :

  1. Skrining
    harus dilakukan setidaknya sekali pada setiap wanita usia 30-49 tahun;
  2. Pemeriksaan
    inspeksi visual asam asetat (IVA) adalah salah satu skrining yang direkomendasikan;
  3. Pada
    wanita yang diketahui positif memiliki sel pra-kanker, dapat dilakukan tindakah
    cryotherapy atau loop electrosurgical excision procedure (LEEP), sehingga dapat
    mencegah terjadinya kanker serviks.

IVA vs PAPSMEAR?

Mungkin
Anda bertanya-tanya, apa beda IVA dan Papsmear? Dokter dapat mendiagnosis
keberadaan sel-sel tidak normal
dan berpotensi kanker melalui Pap tes atau dikenal sebagai papsmear. Metode ini
dilakukan dengan cara menyeka bagian serviks Anda dengan alat yang mirip dengan
cotton bud, lalu hasil seka ini dikirim
ke laboratorium untuk diperiksa sel-sel prakanker atau kanker dibawah
mikroskop. Kapan papsmear dilakukan? Pap smear sebaiknya dilakukan secara
teratur setiap 3 tahun setelah usia 21 tahun. Namun, di Indonesia, lebih umum
papsmear dilakukan setelah menikah atau jika telah aktif melakukan hubungan
seksual. Jika Anda berusia di atas 30 tahun dan telah melakukan tiga kali
papsmear yang menunjukkan hasil normal, maka Anda boleh mulai menjarangkan
pemeriksaan papsmear Anda menjadi tiap 5 tahun. Konsultasikan hal ini pada
dokter atau bidan kepercayaan Anda.

Lantas apa
itu IVA? IVA atau inspeksi visual asetat adalah cara skrining yang lebih mudah,
cepat dan murah dengan cara mengoleskan asam asetat 3-5% pada serviks. Jika
serviks mengandung sel-sel abnormal, maka asam asetat akan memberikan warna
pada sel-sel tersebut sehingga menghasilkan bercak-bercak berwarna putih. Bila
ditemukan hasil yang positif maka bisa segera dilakukan prosedur cryotherapy
atau pembekuan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Sederhana bukan? Sama
seperti papsmear yang lebih umum dikenal, IVA juga dapat dilakukan di ruang
praktik dokter atau bidan, dan hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat.

Apakah IVA Harus Setiap Tahun?

Tidak. Skrining
menggunakan IVA ada jadwalnya. Badan kesehatan dunia (WHO) memberikan anjuran
sebagai berikut :

  1. Skrining
    pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun dan tiap 10 tahun pada usia
    35-55 tahun. Jika fasilitas tersedia lebih maka bisa dilakukan tiap 5 tahun.
  2. Pemeriksaan
    ideal dan optimal dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun.
  3. Di
    Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila: hasil positif (+) adalah tiap 1
    tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun.

Jadi, apakah
Anda akan melakukan IVA? (TYA/STE)

DAFTAR
PUSTAKA

  1. WHO. 2019. Cervical
    cancer, dapat diakses melalui https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
  2. healthline. 2016. How
    Do You Know If You Have Cervical Cancer? diakses melalui
    https://www.healthline.com/health/cervical-cancer-symptoms