PENANGANAN AWAL PATAH TULANG YANG TEPAT

24

Patah tulang adalah kondisi dimana
tulang mengalami diskoninutas
(terputusnya) tulang. Patah tulang dapat terjadi pada tulan-tulang pada tubuh,
baik anggota gerak seperti tangan kaki, wajah, dada, tulang belakang dan
lainnnya. Patah tulang dapat terjadi karna trauma ataupun patologis (disebabkan
oleh penyakit lain). Patah tulang patologis terjadi karena osteoporosis maupun penyebaran kanker (metastasis).

Patah tulang memiliki gejala berupa
nyeri, bengkak, kelainan bentuk, mati rasa atau kesemutan, pendarahan, susah
digerakkan karena nyeri sampai tidak bisa berjalan, gerakan yang salah dari
tulang dan dapat disertai dengan luka terbuka. Gejala tersebut susah ditemukan
pada anak-anak maupun belita terkadang mereka tidak bisa menyampaikan keluhan
sehingga hanya rewel dan tidak mau berjalan.

Untuk memudahkan mengerti penanganan
patah tulang maka patah tulang dibagi menjadi 2, yaitu patah tulang terbuka dan
patah tulang tertutup. Patah tulang terbuka terjadi disaat tulang yang
mengalami patah tulang pernah berhubungan dengan dunia luar sehingga memiliki
risiko infeksi. Tidak semua luka terbuka/lecet di sekitar luka adalah patah
tulang terbuka namun perlu dicurigai. Patah tulang terbuka sering terjadi
aliran darah yang mengalir terus menerus. Sedangkan patah tulang tertutup
terjadi saat tulang tidak bertemu dengan dunia luar. Penanganan untuk patah
tulang terbuka dan tertutup beda, pada patah tulang terbuka harus segera dirujuk
untuk dilakukan operasi segera, dan perlu diberikan obat antibiotik maupun
antitetanus jika kotor sehingga penting untuk segera dibawa ke tenaga medis.

Prinsip pertolongan pertama pada
patah tulang:

DO RICE NO HARM

Do
Rest
(Istirahat) – Icing (kompres es) – Compression
(ditekan pada pendarahan) – Elevation
(posisi patah tulang lebih tinggi dari lainnya) – No Heat (tidak dipanaskan) – No
Alcohol
No Running (Tidak
berlari)- No Massage (Tidak dipijat)

Dijabarkan sebagai berikut:

1. Hindari menggerakkan daerah yang
patah, termasuk berjalan,berlari dan lainnya.

2. Kompres bagian yang sakit dengan
es yang dibalut handuk, untuk mengurangi bengkak dan rasa nyeri

3. Jangan mencoba untuk meluruskan
tulang yang salah posisi, termasuk dipijat atau alternatif-alternatif
lain. 

4. Jika ada luka terbuka segera tekan
pendarahan dengan kain bersih, setiap luka terbuka memiliki risiko infeksi yang
tinggi dan risiko rusaknya pembuluh darah yang parah

5. Tekan sumber pendarahan, dengan
kain atau kassa. Pada patah tulang terbuka yang harus dicurigai sebagai patah
tulang terbuka harus segera diberikan antibiotik atau anti tetanus. Anti
tetanus diberikan pada luka kotor. Yang dimaksud kotor adalah luka yang terjadi
pada daerah yang kotor dan kemungkinan terjadi tetanus, seperti tanah, pintu
berkarat, paku dan sebagainya. Patah tulang terbuka juga bahaya terjadinya
hilangnya cairan dari tubuh bahkan bisa terjadi shock. Bebat jika perlu hati-hati jika terlalu kencang dapat
terjadi compartment syndrome yang
dapat menekan pembuluh darah dan menimbulkan bahaya.

6. Segera bawa ke Rumah sakit untuk
dilakukan tatalaksana yang tepat. Ingat, membawa pasien trauma harus dengan
hati-hati. Usahakan tidak merubah posisi pasien. Terutama pada pasien tulang di
tulang belakang harus diberi fiksator sehingga tidak merubah posisi yang dapat
mencederai saraf tulang belakang.  

Jika pendarahan terjadi banyak,
sehingga orang tersebut menjadi pucat dan keringat dingin. Segera posisikan
tungkai lebih tinggi, orang ini memiliki bahaya shock dikarenakan kurangnya cairan. Berikut penanganan awal patah
tulang, sebelum fokus pada patah tulang pastikan tidak ada masalah pada jalan
nafas pasien, pernafasan pasien dan keadaan umum pasien. (KEZ)

Sumber :

Apley’s and Solomon’s Concise System
of Orthopaedics and trauma. 4th edition [2014] hal 346

Mayo Clinic. Conditions &
Diseases Broken Leg. 2014