PENANGANAN AWAL PATAH TULANG YANG TEPAT

39

Patah tulang adalah kondisi dimana tulang mengalami diskoninutas (terputusnya) tulang. Patah tulang dapat terjadi pada tulan-tulang pada tubuh, baik anggota gerak seperti tangan kaki, wajah, dada, tulang belakang dan lainnnya. Patah tulang dapat terjadi karna trauma ataupun patologis (disebabkan oleh penyakit lain). Patah tulang patologis terjadi karena osteoporosis maupun penyebaran kanker (metastasis).

Patah tulang memiliki gejala berupa nyeri, bengkak, kelainan bentuk, mati rasa atau kesemutan, pendarahan, susah digerakkan karena nyeri sampai tidak bisa berjalan, gerakan yang salah dari tulang dan dapat disertai dengan luka terbuka. Gejala tersebut susah ditemukan pada anak-anak maupun belita terkadang mereka tidak bisa menyampaikan keluhan sehingga hanya rewel dan tidak mau berjalan.

Untuk memudahkan mengerti penanganan patah tulang maka patah tulang dibagi menjadi 2, yaitu patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. Patah tulang terbuka terjadi disaat tulang yang mengalami patah tulang pernah berhubungan dengan dunia luar sehingga memiliki risiko infeksi. Tidak semua luka terbuka/lecet di sekitar luka adalah patah tulang terbuka namun perlu dicurigai. Patah tulang terbuka sering terjadi aliran darah yang mengalir terus menerus. Sedangkan patah tulang tertutup terjadi saat tulang tidak bertemu dengan dunia luar. Penanganan untuk patah tulang terbuka dan tertutup beda, pada patah tulang terbuka harus segera dirujuk untuk dilakukan operasi segera, dan perlu diberikan obat antibiotik maupun antitetanus jika kotor sehingga penting untuk segera dibawa ke tenaga medis.

Prinsip pertolongan pertama pada patah tulang:

DO RICE NO HARM

Do Rest (Istirahat) – Icing (kompres es) – Compression (ditekan pada pendarahan) – Elevation (posisi patah tulang lebih tinggi dari lainnya) – No Heat (tidak dipanaskan) – No AlcoholNo Running (Tidak berlari)- No Massage (Tidak dipijat)

Dijabarkan sebagai berikut:

1. Hindari menggerakkan daerah yang patah, termasuk berjalan,berlari dan lainnya.

2. Kompres bagian yang sakit dengan es yang dibalut handuk, untuk mengurangi bengkak dan rasa nyeri

3. Jangan mencoba untuk meluruskan tulang yang salah posisi, termasuk dipijat atau alternatif-alternatif lain. 

4. Jika ada luka terbuka segera tekan pendarahan dengan kain bersih, setiap luka terbuka memiliki risiko infeksi yang tinggi dan risiko rusaknya pembuluh darah yang parah

5. Tekan sumber pendarahan, dengan kain atau kassa. Pada patah tulang terbuka yang harus dicurigai sebagai patah tulang terbuka harus segera diberikan antibiotik atau anti tetanus. Anti tetanus diberikan pada luka kotor. Yang dimaksud kotor adalah luka yang terjadi pada daerah yang kotor dan kemungkinan terjadi tetanus, seperti tanah, pintu berkarat, paku dan sebagainya. Patah tulang terbuka juga bahaya terjadinya hilangnya cairan dari tubuh bahkan bisa terjadi shock. Bebat jika perlu hati-hati jika terlalu kencang dapat terjadi compartment syndrome yang dapat menekan pembuluh darah dan menimbulkan bahaya.

6. Segera bawa ke Rumah sakit untuk dilakukan tatalaksana yang tepat. Ingat, membawa pasien trauma harus dengan hati-hati. Usahakan tidak merubah posisi pasien. Terutama pada pasien tulang di tulang belakang harus diberi fiksator sehingga tidak merubah posisi yang dapat mencederai saraf tulang belakang.  

Jika pendarahan terjadi banyak, sehingga orang tersebut menjadi pucat dan keringat dingin. Segera posisikan tungkai lebih tinggi, orang ini memiliki bahaya shock dikarenakan kurangnya cairan. Berikut penanganan awal patah tulang, sebelum fokus pada patah tulang pastikan tidak ada masalah pada jalan nafas pasien, pernafasan pasien dan keadaan umum pasien. (KEZ)

Sumber :

Apley’s and Solomon’s Concise System of Orthopaedics and trauma. 4th edition [2014] hal 346

Mayo Clinic. Conditions & Diseases Broken Leg. 2014