Penanganan Dan Perawatan Sindrom Geriatri Pada Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

15

Sindrom geriatri adalah kumpulan gejala atau masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia akibat berbagai penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan, sosial-ekonomi, serta perubahan drastis pada lingkungan sekitar. Contoh yang paling umum adalah penurunan nafsu makan.

Di usia tua, nafsu makan memang umumnya menurun. Hilangnya nafsu makan ini bisa terjadi dipicu oleh kondisi fisik akibat proses penuaan, misalnya penurunan fungsi indera penciuman dan perasa yang membuat lansia malas makan karena makanan terasa hambar. Namun, ini bisa juga disebabkan oleh faktor psikologis, seperti tinggal sendirian atau depresi karena ditinggal orang terkasih. Beragam faktor ini dapat menyebabkan lansia kehilangan nafsu makan, dan lama-lama mengembangkan anoreksia atau gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa makan sama sekali.

Selain itu anoreksia, kondisi lain yang dapat terjadi pada lansia sangat beragam. Misalnya gangguan fungsi kognitif atau kemampuan berpikir, gangguan menjalani aktivitas sehari-hari, dan gangguan mobilitas atau bergerak.

Sindrom geriatri ditandai oleh sejumlah masalah kesehatan yang terdiri dari beberapa kategori yang cara penanganannya juga berbeda, diantaranya yaitu:

  1. Inkontinensia urine

Inkontinensia urine adalah ketidakmampuan menahan keluarnya urin pada saat yang tidak tepat dan tidak diinginkan. Pada lansia, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan lain, seperti dehidrasi karena pasien cenderung mengurangi minumnya karena takut mengompol, jatuh, dan patah tulang karena terpeleset oleh urin. Pada kondisi ini, disarankan mengurangi konsumsi kopi, minuman beralkohol, dan hindari merokok. Selain itu, untuk menangani masalah ini, umumnya penderita akan diberikan obat-obatan, alat bantu medis, terapi intervensi, stimulasi listrik ke beberapa saraf, latihan kandung kemih, serta melatih otot panggul bawah dengan senam kegel.

  1. Delirium

Delirium adalah suatu kebingungan akut yang ditandai dengan bicara ngelantur, gelisah, sulit mengalihkan perhatian, ketakutan, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh gangguan metabolisme di otak akibat gangguan metabolik, infeksi, trauma kepala, atau efek samping obat yang dikonsumsi. Pengobatan delirium dilakukan dengan menangani penyebab yang memicu munculnya delirium. Terapi pada delirium bertujuan untuk memastikan keamanan serta stabilisasi kondisi medis dan psikologis lansia.

  1. Demensia

Demensia meliputi penurunan daya ingat, kemunduran fungsi kognitif, perubahan perilaku, dan fungsi otak lainnya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Demensia pada lansia dapat terjadi karena penuaan alami, penyakit alzheimer, stroke berulang, trauma kepala, gangguan hormon, masalah nutrisi, dan lain-lain. Kondisi ini dapat ditangani dengan beberapa jenis obat sesuai resep dokter. Suplemen vitamin E, asam folat, dan omega 3 dipercaya dapat membantu menekan risiko seseorang terserang demensia, namun belum terdapat bukti kuat untuk mendukung efektivitas pengobatan yang diresepkan dokter. Pengobatan demensia juga bisa dilakukan dengan terapi psikologis, terapi perilaku, terapi pekerjaan, terapi stimulasi, dan rehabilitasi kognitif.

  1. Jatuh dan patah tulang.

Para lansia sering mengalami jatuh hingga patah tulang akibat gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh gangguan penglihatan, gangguan organ keseimbangan, atau sensor motorik. Selain itu, jatuh dan patah tulang juga sering terjadi pada lansia karena masa tulangnya yang sudah menurun atau keropos. Hal ini dapat meningkatkan memicu trauma fisik maupun psikososial pada lansia, misalnya hilangnya rasa percaya diri, cemas, depresi, dan rasa takut jatuh. penanganan terbaik untuk masalah ini yaitu dengan cara berkonsultasi ke dokter terkait penyebab dan langkah-langkah penanganan yang tepat. Ada banyak perawatan, seperti olahraga dan fisioterapi, yang bisa membantu meningkatkan kemampuan berjalan pasien dan mencegah jatuh. Mengonsumsi vitamin D dan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang juga penting pada lansia yang berisiko tinggi jatuh

Menerapkan pola hidup sehat sejak muda merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena sindrom geriatri. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, olaharaga teratur, dan tidak sejak dini agar mencegah terjadinya sindrom geriatri dan meningkatkan kemampuan fisik dan mental Anda. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang merujuk pada sindrom geriatri, segeralah temui dokter ahli geriatri atau klinik geriatri terpadu terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://www.alodokter.com/mengenal-sindrom-geriatri-serta-penanganannya-pada-lanjut-usiahttps://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sindrom-geriatri-pada-lansia/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store