PENGGUNAAN MASKER KAIN DALAM PENCEGAHAN COVID-19

27

Hingga saat ini penularan virus corona (COVID-19) makin meluas di masyarakat. Beberapa orang yang memiliki infeksi virus ini dapat tidak bergejala dan bisa menularkan ke orang lain yang tidak sakit.

Masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk keperluan perlindungan dari penularan penyakit infeksi saluran pernapasan. Untuk itu saat ini pemerintah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain bagi masyarakat.

Apakah masker kain efektif dalam mencegah penularan COVID-19?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menganjurkan penggunaan masker kain kepada masyarakat. Ini juga untuk menghindari terjadinya kelangkaan masker bagi para petugas medis. Sesuai dengan standar medis, masker kain memang tidak seefektif dengan masker bedah dan masker N95 dalam menangkal virus. Namun, penggunaan masker kain dapat membantu memperlambat penyebaran virus dan membantu orang yang mungkin memiliki virus untuk tidak menularkan ke orang lain.

Masker kain tidak boleh digunakan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, orang yang mengalami kesulitan bernapas atau tidak sadar, dan pada orang dengan disabilitas yang tidak dapat melepas masker.

Haruskah masker kain di cuci?

Iya. Masker kain harus dicuci secara rutin tergantung pada frekuensi penggunaan. Masker kain hanya bisa dipakai selama 4 jam, setelah itu ganti masker dengan masker kain yang bersih.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masker:

  • Tempatkan masker dengan hati-hati, pastikan masker menutup mulut dan hidung, dan kaitkan dengan kuat untuk meminimalisasi jarak antara wajah dan masker
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan
  • Lepas masker dengan teknik yang benar: jangan menyentuh bagian depan masker, melainkan lepaskan masker dari belakang
  • Setelah melepas atau setiap kali tidak sengaja menyentuh masker yang terpakai, bersihkan tangan dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol atau sabun dan air mengalir jika tangan terlihat kotor
  • Segera ganti masker saat masker menjadi lembap dengan masker baru yang bersih dan kering
  • Cuci masker kain yang sudah di gunakan

Bagaimana cara membuat masker kain yang dianjurkan?

Bahan:

  • Jarum dan benang atau mesin jahit jika ada 
  • Gunting 
  • Peniti atau penjepit untuk menahan kain pada tempatnya, jika tidak ada dapat diganti penjepit kertas
  • Kain katun, kaos katun yang sudah tidak terpakai, atau sarung bantal katun
  • Empat strip kain katun untuk pengikat dengan panjang sekitar 45 cm, dapat diganti dengan 4 tali sepatu yang sama panjang

Cara membuat:

  • Cuci dan keringkan terlebih dahulu kain agar steril saat digunakan
  • Ukur panjang kain dan potong menjadi dua bagian persegi panjang dengan ukuran masing-masing sekitar 25 x 15 cm 
  • Bedakan pola bagian depan dan belakang masker agar tidak mudah tertukar
  • Tumpuk dua kain persegi panjang, jahit bagian belakang kain menghadap ke depan lalu jahit setiap sisi lapisan hingga kain menyatu
  • Sisakan sedikit ruang di kedua ujung kain untuk menyelipkan strip kain atau tali sepatu
  • Selipikan tali pada tiap ujung sisi kain, tahan dengan peniti atau penjepit kertas agar tali tidak bergeser
  • Jahit seluruh lapisan kain secara backstitch atau jahit berulang agar jahitan lebih kokoh di semua bagian 
  • Masker kain tali siap digunakan

Penggunaan masker memang menjadi salah satu langkah pencegahan terjadinya penularan wabah COVID-19, namun penggunaan masker saja tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang memadai. Anda juga harus melakukan langkah pencegahan lain seperti mencuci tangan dan menjaga jarak sosial. Cari tahu lebih lanjut tentang cara pencegahan penyakit COVID-19. (PP)

Referensi:

  • WHO. 2020. Advice on the use of masks in the context of COVID-19.
  • CDC. 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Use of Cloth Face Coverings to Help Slow the Spread of COVID-19.