Pentingnya Endoskopi Dalam Mendiagnosis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

1113

Endoskopi adalah sebuah prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu secara visual, dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop. Endoskop merupakan alat berbentuk seperti selang lentur yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya, yang dapat disambungkan ke monitor untuk memproyeksikan gambar yang ditangkap. Endoskop dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui rongga tubuh, seperti mulut, hidung, anus, atau melalui irisan kulit (insisi) yang dibuat khusus untuk endoskopi.

Apa saja kegunaan endoskopi?

Saat ini, endoskopi yang cukup popular adalah endoskopi pada bagian lambung dan usus, karena cukup banyaknya kasus gangguan saluran pencernaan di Indonesia. Beberapa penyakit yang kerap terjadi namun sering diabaikan oleh masyarakat adalah adanya rasa mual muntah yang sering muncul dan berkepanjangan, perut kembung serta nyeri atau kram pada bagian perut yang terjadi terus menerus. Walaupun keliatannya sepeleh, namun jika dibiarkan lama kelamaan ini akan berdampak serius bagi saluran pencernaan Anda.

Endoskopi juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit. Dalam kasus gangguan saluran pencernaan, ada sejumlah indikasi kuat alasan seseorang harus melakukan endoskopi. Misalnya, pasien yang mengalami gangguan maag yang lama dan terus berulang, terjadi pendarahan baik muntah darah maupun buang air besar bercampur darah, muntah yang tidak kunjung selesai, hingga apabila dokter mencurigai adanya keganasan ataupun benjolan pada bagian usus ataupun lambung.

Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani endoskopi?

Sebelum dilakukan prosedur endoskopi, dokter akan memeriksa gejala lebih lanjut, melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, serta pemeriksaan darah. Dokter juga akan mempelajari riwayat kesehatan Anda, termasuk pembedahan-pembedahan sebelumnya, dan obat-obat yang sering Anda konsumsi sebagai pertimbangan dokter sebelum melakukan endoskopi.

Persiapan endoskopi berbeda-beda, tergantung kepada jenis endoskopi yang akan dijalani. Beberapa prosedur endoskopi memerlukan pasien untuk berpuasa setidaknya 8-12 jam sebelum dilakukan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan pencahar atau obat pencuci perut untuk mengosongkan saluran pencernaan dari feses dan sisa makanan. Jenis endoskopi yang memerlukan pelaksanaan puasa atau konsumsi pencahar biasanya adalah endoskopi saluran pencernaan, seperti kolonoskopi atau gastroskopi.

Apa saja resiko prosedur endoskopi?

Dibandingkan dengan operasi terbuka, endoskopi memiliki risiko pendarahan dan infeksi yang jauh lebih kecil. Meskipun begitu, endoskopi tetaplah prosedur medis, sehingga memiliki beberapa risiko seperti pendarahan, infeksi, dan komplikasi (jarang) lainnya. Umumnya, endoskopi adalah prosedur rawat jalan, jadi setelah endoskopi Anda diperbolehkan pulang. Bila dokter membuat sayatan untuk endoskopi, sayatan tersebut akan dijahit/direkatkan dan dibalut dengan baik segera setelah endoskopi. Dokter akan memberikan petunjuk perawatan di rumah untuk luka ini. (RH)

Daftar Pustaka

Priyanto, Agus, dkk. (2009). Endoskopi Gastrointestinal, Jakarta : Salemba Medika

 


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store