PENTINGNYA KELOMPOK DUKUNGAN BAGI ODHA

14

Kelompok dukungan HIV/AIDS umumnya terdiri atas lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat sipil, atau organisasi berbasis masyarakat dan dapat terkumpul di fasilitas kesehatan atau di komunitas. Sedangkan kelompok dukungan sebaya difasilitasi oleh ODHA (orang dengan HIV/AIDS) terlatih untuk menangani kebutuhan khusus sesama ODHA dan pasangan mereka.

Kelompok tersebut bertujuan berbagi pengalaman, mengurangi stigma dan diskriminasi, meningkatkan harga diri, meningkatkan keterampilan mengatasi stress dan fungsi psikososial, serta mendukung kepatuhan pengobatan. Manfaat ini dapat lebih maksimal jika kelompok pendukung tersebut dibentuk pada populasi tertentu seperti populasi homoseksual, wanita hamil, atau remaja. Kelompok pendukung juga dianggap sebagai intervensi dalam pengelolaan masalah kesehatan mental, termasuk penyalahgunaan alkohol dan zat terlarang. Kelompok dukungan ini sangat penting bagi orang dengan HIV selama masa-masa kritis seperti ketika baru didiagnosis atau ketika mengalami kesehatan mental yang buruk.

ODHA mengalami tingkat komorbiditas yang lebih tinggi daripada populasi umum. Dampak signifikan dari komorbiditas ini berpengaruh pada pekerjaan, isolasi sosial dan perawatan diri. Persentase kesehatan mental yang buruk di antara ODHA cukup tinggi. Kesehatan mental yang buruk dapat memperburuk penyakit yang diderita dan menurunkan kualitas hidup, dan berdampak pada mortalitas dan morbiditas, serta meningkatkan penularan terhadap orang lain. Ini juga mempengaruhi perawatan diri, kontak sosial, pekerjaan dan keuangan.

Kelompok dukungan dikaitkan dengan penurunan frekuensi gejala terkait HIV – gejala fisik/somatik dan gejala kejiwaan (kecemasan, insomnia, dan depresi). Manfaat lain termasuk peningkatan akses ke ART (Anti Retroviral Therapy – pengobatan untuk HIV/AIDS), kepatuhan terhadap ART, dan keberhasilan pengobatan.

Kelompok dukungan juga memiliki potensi untuk mempengaruhi kualitas hidup dan pencegahan penularan HIV. Beberapa penelitian melaporkan adanya perbaikan gejala, peningkatan kepercayaan diri, keterampilan mengatasi stress yang lebih baik, dan pengurangan stigma yang dirasakan. Dilaporkan juga adanya penurunan perilaku seksual berisiko dan pengungkapan status HIV-positif kepada pasangan sekual yang dapat secara langsung atau tidak langsung berdampak pada penurunan nularan HIV. Terdapat hubungan positif antara kehadiran kelompok dukungan dengan perilaku kesehatan dan penggunaan kondom.

Kelompok dukungan memiliki peran penting dalam program perawatan dan pengobatan HIV/AIDS, yang berdampak pada hasil kesehatan dan dalam mempertahankan ODHA tetap patuh berobat. Mereka juga dapat menjembatani akses ke ART, di mana jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh dan kekurangan dalam jumlah tenaga kesehatan masih menjadi hambatan untuk perawatan HIV/AIDS. Tetapi saat ini kelompok dukungan belum diformalkan sebagai praktik standar dalam program perawatan dan pengobatan HIV, dikarenakan masih diperlukan penelitian dan pendampingan lebih lanjut untuk memaksimalkan manfaat dari kelompok dukungan. (BEL)

Sumber:

  1. Bateganya, M. H., Amanyeiwe, U., Roxo, U., & Dong, M. Impact of support groups for people living with HIV on clinical outcomes: a systematic review of the literature. Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. 2015; 68 Suppl 3(0 3), S368–S374. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4709521/
  2. National AIDS Trust. 2017. Why we Need HIV Support Services: a Review of The Evidence. Available at: https://www.nat.org.uk/sites/default/files/publications/NAT_WHY%20WE%20NEED%20HIV%20SUPPORT%20SERVICES_2017_56%20pages_FINAL%20WEB_SINGLE%20PAGE….pdf