Pentingnya Skrining Infeksi Menular Seksual Bagi Ibu Hamil

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

273

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu infeksi yang mengancam kesehatan ibu hamil dan keselamatan janin yang dikandungnya. Mengingat (IMS) pada perempuan seringkali terjadi tanpa gejala, setiap perempuan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap organ reproduksinya.

Meski IMS menakutkan, nyatanya angka penyebaran IMS setiap tahunnya tak kunjung berkurang, bahkan cenderung meningkat. Pada ibu hamil, semester berapapun infeksi dapat terjadi, begitu pula infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual, misalnya gonore, sifilis dan HIV.

Dampak IMS pada kehamilan dipengaruhi beberapa hal seperti faktor penyebab (virus/bakteri), berapa lama tubuh terinfeksi, dan usia kehamilan saat terinfeksi. Beberapa akibat yang dapat dialami bayi dari ibu yang terinfeksi IMS antara lain:

  • Kematian janin, dapat terjadi keguguran spontan atau lahir mati
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelahiran prematur
  • Janin tidak berkembang optimal dalam kandungan
  • Infeksi kongenital
  • Gangguan organ dalam tubuh dan fisik
  • Cacat janin misalnya kebutaan dan keterbelakangan mental

Skrining IMS bagi ibu hamil penting dilakukan, terutama bila kehamilan terjadi tanpa direncanakan dan dilakukan dengan tidak aman seperti berikut:

  • Perempuan yang sudah aktif secara seksual sebelum menikah.
  • Kehamilan yang dialami remaja di luar pernikahan.
  • Perempuan yang melakukan monogami serial, yaitu ada ikatan pernikahan dengan satu pasangan pada satu waktu tertentu namun sudah berganti pasangan sah beberapa kali.
  • Perempuan berganti-ganti pasangan seksual.

Berikut ini beberapa skrining IMS yang penting dilakukan oleh ibu hamil.

  1. Sifilis

Penyebab kelainan ini adalah bakteri Treponema palidum. Sifilis terdiri dari beberapa stadium penyakit. Sifilis primer ditandai adanya luka pada kelamin yang bisa saja tidak dirasakan dan luput dari pengamatan ibu hamil. Luka tidak disertai rasa sakit atau tanpa gejala. Stadium lanjutan yaitu sifilis sekunder ditandai dengan ruam di kulit yg dapat menyerupai penyakit kulit pada umumnya. Ibu yang terinfeksi akan menularkan infeksi tersebut pada bayi yang dikandung. Pada bayi, penanganan diupayakan untuk menghilangkan risiko sifilis kongenital, terutama risiko kematian dan kecacatan pada bayi.

  1. HIV

Virus HIV menyerang tubuh akan menuju ke sel-sel pertahanan tubuh sehingga pertahanan tubuh tersebut menjadi lemah dan munculah berbagai macam infeksi oportunistik. Skrining HIV pada ibu hamil bisa dilakukan melalui serangkaian tes antara lain Voluntary Counseling and Testing (VCT), tes darah dan terapi ARV (antiretroviral). Skrining HIV pada ibu hamil bermanfaat untuk menanggulangi risiko penularan terhadap bayi.

  1. Keputihan dan ruam pada area kelamin

Jangan abaikan keputihan atau ruam kulit yang terjadi pada saat ibu sedang hamil. Berbagai infeksi bakteri, jamur dan virus dapat terjadi dan juga menjadi komplikasi pada kehamilan.

Ambilah langkah bijaksana untuk melakukan skrining IMS, terutama sebelum merencanakan kehamilan, atau selambat-lambatnya setelah terjadi kehamilan di trimester awal. Bila terdeteksi sejak dini, risiko penularan ke bayi dapat diminimalisir, dan setiap ibu hamil bisa melahirkan generasi yang sehat. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

  1. World Health Organization. Guidelines for the management of sexually transmitted infections. Geneva, 2003
  2. CDC-USA. Sexually transmitted deseases treatment guidelines 2015. MMWR, 2015

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store