Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

468

HIV/AIDS merupakan penyakit yang menakutkan, bahkan sebagian besar orang berpikir bahwa dengan bersentuhan, gigitan nyamuk, bekas toilet, dan ciuman dengan penderita HIV/AIDS, kita dapat tertular, padahal hal tersebut hanyalah sebuah MITOS. Penyakit HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh dan berakibat fata, namun pengertian yang salah tentang penyakit ini tentunya akan memperburuk kondisi penderita dan keluarga.

Tahukah anda HIV/AIDS dapat ditularkan melalui apa saja?

  1. Melalui cairan saat berhubungan seks

Penularan HIV/AIDS terjadi melalui pertukaran cairan saat melakukan hubungan seksual, baik lawan jenis ataupun sesama jenis. Penularan dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV/AIDS. Penularan ini semakin meningkat jumlahnya dan menjadi media yang paling mudah dalam menularkan virus.

  1. Melalui cairan darah

Terdapat berbagai cara virus dari penderita HIV/AIDS masuk ke dalam pembuluh darah orang lain, yaitu, melalui jarum suntik, atau alat tusuk lain yang sampai ke pembuluh darah, dan transfusi darah.

  1. Penggunaan jarum suntik secara bergantian

Penularan HIV/AIDS dapat melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV/AIDS.

  1. Selama kehamilan, persalinan atau menyusui

Seorang ibu yang terinfeksi HIV/AIDS yan sedang mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV/AIDS kepada bayinya. Hal ini juga dapat terjadi saat proses persalinan. Namun masih termasuk langka dan jarang. Pada saat persalinan berlangsung, darah sang ibu serta cairan di dalam Rahim atau sekresi maternal mampu menjadikan si bayi terkena kontaminasi saat dilahirkan.

  1. Transfusi Darah

Dalam sebagian kasus, penularan HIV/AIDS juga bisa disebabkan oleh tranfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV/AIDS. 

Bagaimana cara pencegahan HIV/AIDS?

  1. Menggunakan kondom dan pelumas saat berhubungan seks.

Kondom mencegah paparan cairan semen pada mukosa alat kelamin saat berhubungan seks. Pelumas dapat mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga mencegah agar kondom tidak sobek. Pelumas yang digunakan adalah pelumas yang berbahan dasar air, bukan yang berbahan minyak. Pelumas yang berbahan minyak bisa melemahkan kekuatan kondom dan bahkan bisa merobek kondom.

  1. Setia pada satu pasangan.
  2. Tidak berbagi jarum suntik

Hindari menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang lain, termasuk untuk tindakan tindik atau membuat tattoo. Pastikan Anda memeriksa jarum yang digunakan.

  1. Konsumsi obat ARV Antiretroviral) secara teratur

Konsumsi obat secara teratur oleh ibu hamil yang telah terinfeksi mengurangi kemungkinan tertularnya bayi yang ada dalam kandungan.

  1. Perhatikan status sterilitas darah dari agen infeksi saat akan melakukan transfusi.
  2. Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) saat menolong pasien.
  3. Sunat

Sunat adalah prosedur pembedahan untuk memotong kulit di bagian ujung penis. Sunat mampu mengurangi risiko pria terkena HIV/AIDS karena kulit di ujung penis tersebut sering menjadi tempat berdiamnya virus/ bakteri.

Ingatlah untuk selalu menjaga kehidupan seksualitas Anda. Kebiasaan yang baik tentunya akan menjaga kita dari resiko-resiko terjangkit penyakit menular! (LM/CM)

Referensi :

  1. HIV Transmission | HIV Basics | HIV/AIDS | CDC. (2018). Cdc.gov. https://cdc.gov/hiv/basics/transmission.html
  2. How Do You Prevent HIV / AIDS? | Prevention Tips. (2018). Plannedparenthood.org. https://plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hiv-aids/how-can-i-prevent-hiv
  3. The Basics of HIV Prevention Understanding HIV/AIDS. (2018). AIDSinfo. https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/20/48/the-basics-of-hiv-prevention

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store