Penyakit Buerger: Momok Baru Bagi Perokok

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

149

Merokok menjadi kebiasaan tidak sehat yang sulit sekali ditinggalkan sebagian besar penikmatnya, walaupun sebagian besar dari mereka sadar betul efek negatifnya terhadap kesehatan. Mirisnya hingga saat ini, jumlah perokok di atas usia 15 tahun di Indonesia menempati peringkat tertinggi di dunia.

Berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan merokok telah dipublikasikan dan menjadi referensi dalam berbagai kampanye anti rokok. Namun, ada satu penyakit yang jarang disebutkan padahal memiliki gejala dan komplikasi yang cukup menakutkan. Penyakit tersebut adalah penyakit Buerger (Buerger’s Disease).

Penyakit Buerger (Tromboangitis obliterans) adalah penyumbatan pada arteri dan vena yang berukuran kecil sampai sedang, akibat peradangan yang dipicu oleh merokok. Pria perokok sigaret berusia 20-40 tahun lebih banyak yang menderita penyakit Buerger dibandingkan dengan siapapun. Sekitar 5% penderita adalah wanita. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi penyakit Buerger hanya menyerang perokok dan keadaan ini akan semakin memburuk jika penderita tidak berhenti merokok.

Gejala berkurangnya pasokan darah ke lengan atau tungkai terjadi secara perlahan, dimulai pada ujung-ujung jari tangan atau jari kaki dan menyebar ke lengan dan tungkai, sehingga akhirnya menyebabkan gangren (kematian jaringan). Sekitar 40% penderita juga mengalami peradangan vena (terutama vena permukaan) dan arteri dari kaki atau tungkai.

Penderita merasakan kedinginan, mati rasa, kesemutan atau rasa terbakar. Penderita seringkali mengalami fenomena Raynaud dan kram otot, biasanya di telapak kaki atau tungkai. Pada penyumbatan yang lebih berat, nyerinya lebih hebat dan berlangsung lebih lama. Selanjutnya, timbul luka terbuka, gangren, atau keduanya. Segera setelah ada gejala-gejala di atas, penderita harus berhenti merokok atau penyakitnya akan menjadi lebih buruk, sehingga akhirnya memerlukan tindakan amputasi. Selain itu, seseorang yang telah didiagnosis penyakit ini wajib melakukan pengobatan dan pencegahan komplikasi lanjutan sesegera mungkin.

Penderita juga harus menghindari:

  • Pemaparan terhadap dingin, karena dapat menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan mengecil, sehingga aliran darah semakin tidak lancar.
  • Cedera karena panas, dingin atau bahan (seperti iodine atau asam) yang digunakan untuk mengobati kutil dan kapalan. Cedera dapat menyebabkan pembuluh darah pada regio tertentu mati, sehingga jaringan yang berada di sekitarnya tidak mendapatkan pasokan nutrisi dan oksigen.
  • Cedera karena sepatu yang longgar/sempit atau pembedahan kecil
  • Infeksi jamur. Organ pada jamur bisa masuk dan menyebar ke dalam pembuluh darah, agar jamur tersebut mendapatkan nutrisi untuk terus tumbuh. Akan tetapi, organ jamur yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan sumbatan, sehingga memperparah kondisi penyakit buerger.
  • Obat-obat yang dapat mempersempit pembuluh darah.

Berjalan selama 15 – 30 menit 2 kali/hari sangat baik. Dengan berjalan, otot – otot akan bergerak dan membantu memperlancar aliran darah untuk kembali lancar. Penderita dengan gangren, luka-luka, atau nyeri ketika beristirahat, perlu menjalani tirah baring. Gangren dan luka juga memerlukan perawatan luka yang baik agar tetap bersih dan mencegah infeksi lebih lanjut. Penderita harus melindungi kakinya dengan pembalut yang memiliki bantalan tumit atau dengan sepatu boot yang terbuat dari karet. Pastikan alas kaki yang digunakan nyaman dan tidak berpotensi untuk membuat luka baru. Bagian kepala dari tempat tidur dapat ditinggikan 15-20 cm diatas balok, sehingga gaya gravitasi membantu mengalirkan darah menuju arteri-arteri pada tangan dan kaki.

Untuk pengobatan medis biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah, obat pelebar pembuluh darah, hingga tindakan operasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Dokter juga akan memberikan anjuran cara perawatan luka dan perubahan cara hidup, yang sebaiknya Anda turuti agar kondisi Anda dapat berangsur-angsur membaik.

Nah, penyakit Buerger ternyata cukup menakutkan karena dapat menimbulkan kecacatan. Sadar akan berbagai masalah yang dapat timbul dari merokok, maka kita harus melakukan sesuatu terhadap kebiasaan buruk ini sejak dini. (BR/STE)

DAFTAR PUSTAKA

Sjamsuhidajat.R, Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu bedah, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2005.

Schwartz, Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,2000.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store