PENYAKIT CACAR ULAR

17

Pernahkah Anda mendengar nama penyakit cacar ular? Mungkin, sekilas yang terlintas pada benak Anda saat mendengar nama penyakit ini adalah hewan melata yang berdesis dan beracun. Atau Anda sudah membayangkan bahwa penyakit ini terjadi akibat bisa atau terkontaminasi anggota tubuh dari hewan tersebut, bukan?

Ternyata penyakit cacar ular memiliki nama lain herpes zoster. Penyakit ini adalah suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, yaitu virus yang sama dengan yang menyebabkan cacar air. Penyakit herpes zoster juga sering disebut shingles ataupun cacar api karena sensasi dari lukanya yang perih seperti terkena api.

Virus cacar ular ini tidak menyebar melalui batuk atau bersin, tetapi dari kontak langsung dengan cairan atau lepuhan dari luka yang muncul di kulit. Jika lepuhan atau lentingan di kulit belum muncul atau setelah lepuhan tersebut membentuk kerak, orang tersebut juga tidak dapat menularkan virus cacar ular.

Setiap orang yang sudah pernah kena cacar air memang akan membangun antibodi atau tentara pertahanan tubuh khusus untuk mencegah penyakit tersebut kambuh kembali. Namun setelah berobat dan sembuh dari cacar air, virus Varicella zoster sebenarnya tidak benar-benar hilang. Setelah infeksi cacar air berakhir, virus zoster tetap dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun lamanya sebelum aktif kembali sebagai herpes zoster.

Beberapa hal yang berpeluang untuk mengaktifkan kembali virus penyebab cacar antara lain:

  • Stres berat dan depresi
  • Usia yang semakin menua
  • Mengalami penyakit yang mengganggu sistem pertahanan tubuh, seperti kanker atau HIV/AIDS
  • Sedang menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, khususnya obat yang menekan sistem pertahanan tubuh

Karakteristik atau ciri ruam kulit akibat cacar ular biasanya terlihat seperti:

  • Ruam bintik bergerombol berwarna kemerahan di bagian tubuh tertentu saja, seperti punggung, wajah, leher, serta telinga
  • Bentol lepuhan atau lentingan berisi cairan yang mudah pecah
  • Ruam menimbulkan rasa gatal, nyeri, sensasi seperti terbakar, atau mati rasa

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, ruam mungkin lebih muncul lebih luas dan terlihat mirip dengan ruam karena cacar air. Selain ruam, beberapa gejala lainnya yang juga akan muncul, seperti:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Sakit kepala
  • Kelelahan berlebihan dan kelemahan otot
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Rasa nyeri, panas, baal, atau kesemutan
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Hingga kini belum ada obat khusus untuk penyakit herpes zoster. Namun, pengobatan yang tepat dengan obat antivirus yang diresepkan dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. (PK/STE)

Referensi:

CDC. US Department of Health and Human Services. Shingles (Herpes zoster). 2018

Healthline. Shingles: Symptoms, Treatment, and Prevention.