Penyakit Kuning

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

146

Penyakit kuning adalah kondisi yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera (bagian putih dari mata), serta membran mukosa hidung dan mulut akibat penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan-jaringan tubuh lain. Bilirubin dibentuk dari pemecahan sel darah merah. Tubuh biasanya mengeluarkan bilirubin melalui hati. Karena hati pada bayi baru lahir belum matang, terkadang bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh mengeluarkannya, sehingga menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat merusak sistem saraf bayi. Kondisi ini disebut juga kernicterus. Bayi prematur lebih berisiko terkena penyakit kuning dibanding bayi cukup bulan.

Penyebab lain penyakit kuning adalah infeksi, masalah golongan darah antara ibu dan bayi, dan ASI. Kadang-kadang, ASI mengganggu kemampuan hati bayi untuk memproses bilirubin. penyakit kuning jenis ini muncul lebih lama dibanding yang lain dan dapat bertahan selama beberapa minggu. Penyakit ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Jenis Prehepatik

Pada kasus ini penyakit kuning terjadi karena pemecahan sel darah merah yang meningkat melebihi kemampuan sel hati untuk membuang bilirubin dari dalam darah. Contoh dari kondisi ini adalah: malaria, anemia sel sabit, sferositosis, talasemia, kurang enzim G6PD, efek samping obat-obatan, dan sistem pertahanan tubuh yang terlalu reaktif.

  1. Posthepatik

Kondisi penyakit ini biasanya dipicu ketika saluran empedu rusak, meradang, atau terhambat. Akibat yang ditimbulkan adalah kandung empedu tidak mampu memindahkan empedu ke sistem pencernaan. Penyebab sumbatan ini antara lain: batu empedu, kanker, penyempitan saluran empedu, infeksi pada saluran empedu, kelainan saluran empedu yang ada sejak lahir, pankreatitis, adanya parasit (misalnya cacing), dan kehamilan.

  1. Intrahepatik

Sakit kuning dalam hal ini terjadi karena ketidakmampuan sel hati dalam merombak dan membuang bilirubin. seperti: hepatitis, sirosis hepatis, efek samping obat-obatan, sindrom Crigler-Najjar, sindrom Gilbert, dan kanker hati.

Bayi yang mengalami penyakit ini akan muncul gejala paling khas yaitu kulit dan sklera mata penderita berwarna kuning. Selain itu, gejala lain yang mampak yaitu bagian dalam mulut berwarna kuning, urin berwarna gelap atau coklat seperti teh, dan feses berwarna pucat seperti dempul.

Untuk proses pengobatan penyakit ini tergantung pada jenis dan penyebabnya. Sebagai contoh yaitu pada kasus penyakit kuning prehepatik, jika  disebabkan oleh penyakit talasemia atau anemia sel sabit, maka dokter akan menyarankan prosedur transfusi darah. Sedangkan jika disebabkan oleh malaria, maka pengobatan dengan obat antimalaria akan dibutuhkan.

Apabila kuning ini terjadi pada bayi baru lahir, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium dan observasi terlebih dahulu. Karena beberapa penyakit kuning ada bayi dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu. Meski demikian, bila Anda curiga bayi Anda mengalami penyakit kuning, sebaiknya Anda segera melakukan konsultasi pada dokter, agar penyebab kuning segera diketahui dan mendapat penanganan yang tepat sebelum terlambat. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://doktersehat.com/penyebab-dan-gejalan-penyakit-kuning-jaundiceikterik/

hellosehat.com/penyakit/penyakit-kuning/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store