PENYAKIT SCHISTOMOSIASIS

43

Penyakit schistomosiasis yang dikenal dengan bilharzia (Demam Siput) adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang hidup di varietas siput air tawar tertentu. Parasit, ini juga disebut serkaria yaitu infeksi sifut atau larva yang menginfeksi manusia melalui makanan, minuman, atau aktif menembus kulit.

Pada 2012, penyakit ini menyerang 240 juta orang di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis (WHO). Penyakit ini ditemukan di banyak bagian Afrika dan Amerika Selatan. Ini juga ditemukan di beberapa bagian Asia dan Karibia, meskipun risiko di tempat-tempat ini mungkin lebih rendah. Daerah tanpa akses ke air minum yang aman, serta daerah miskin (dan pedesaan), memiliki insiden schistomosiasis tertinggi. Banyak orang terkena parasit dari melakukan aktivitas seperti mencuci pakaian di air yang terinfeksi atau mandi di air yang terinfeksi.

Bagaimana bisa terjadi schistomosiasis?

Infeksi terjadi ketika kulit bersentuhan dengan air tawar yang terkontaminasi oleh jenis siput yang membawa schistosom hidup. Air tawar menjadi terkontaminasi oleh telur schistosoma ketika orang yang terinfeksi buang air kecil atau besar di air. Telur menetas, dan jika jenis siput tertentu ada di dalam air, parasit tumbuh dan berkembang di dalam siput. Parasit meninggalkan siput dan masuk ke dalam air. Parasite ini dapat bertahan selama sekitar 48 jam. Parasit schistosoma dapat menembus kulit orang yang berenang, mandi, atau mencuci dalam air yang terkontaminasi. Dalam beberapa minggu, cacing tumbuh di dalam pembuluh darah tubuh dan menghasilkan telur. Beberapa dari telur ini melakukan perjalanan ke kandung kemih atau usus dan dimasukkan ke dalam urin atau feses.

Apa saja Gejala Schistomosiasis?

Beberapa tanda dan gejala schistomosiasis mulai berkembang dalam beberapa hari bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan. Namun juga terdapat beberapa orang yang tidak mengalami gejala apa pun pada tahap awal penyakit (beberapa bulan pertama).

Gejala utama dari penyakit ini adalah reaksi tubuh terhadap parasit. Dalam beberapa hari infeksi, mungkin akan terlihat ruam atau kulit gatal. Sedangkan Dalam satu atau dua bulan, mungkin akan muncul gejala berikut:

  1. Demam
  2. Panas dingin
  3. Nyeri otot
  4. Batuk
  5. Diare
  6. Urin atau feses berdarah
  7. Sakit perut
  8. Buang air kecil yang menyakitkan
  9. Hati membesar atau limpa. Seiring waktu (bertahun-tahun dalam beberapa kasus), schistomosiasis dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati, kandung kemih, paru-paru, dan usus.
  10. Gejala lainnya termasuk peradangan dan jaringan parut di hati, kandung kemih, dan usus.
  11. Anak-anak dengan paparan schistomosiasis yang berulang dapat mengalami anemia atau kekurangan gizi. Schistosomiasis juga dapat menyebabkan kesulitan belajar. Jika tidak diobati, schistomosiasis dapat menyebabkan kejang atau peradangan pada sumsum tulang belakang. Jika telur parasit mencapai otak atau sumsum tulang belakang, kelumpuhan dapat terjadi.
  12. Anak-anak dengan schistomosiasis dapat menghadapi tantangan perkembangan dan intelektual. Schistomosiasis juga dapat menyebabkan kematian. Perawatan dapat membantu membalikkan beberapa gejala ini.

Bagaimana Schistomosiasis Didiagnosis?

Jika Anda merasa terkena schistomosiasis, temui dokter segera. Dokter mungkin akan menanyakan, apakah Anda melakukan kontak dengan air tawar yang berpotensi terinfeksi, dan sejauh mana kontak tersebut.

Untuk mendiagnosis schistomosiasis, dokter akan memeriksa sampel tinja atau urin untuk mendeteksi parasit. Dokter juga dapat mengambil sampel darah, tetapi karena sifat penyakit dan perkembangan lambat dari telur ke cacing, mungkin Anda diminta untuk menunggu hingga delapan minggu setelah terpapar untuk melakukan tes darah.

Bagaimana Pengobatan Schistomosiasis

Pengobatan untuk schistomosiasis termasuk obat-obatan seperti praziquantel yang dapat diminum 1 – 2 hari.

Bagaimanakah Pencegahan schistomosiasis?

Berikut beberapa cara untuk mencegah terjadinya schistomosiasis:

  1. Hindari berenang atau mengarungi air tawar. Berenang di laut dan di kolam renang yang diklorinasi umumnya dianggap aman.
  2. Minumlah air yang bersih. Karena tidak ada cara untuk memastikan bahwa air dari danau, sungai, aliran atau mata air aman, maka Anda harus merebus air selama 1 menit atau menyaring air sebelum meminumnya. Air mendidih selama minimal 1 menit akan membunuh semua parasit, bakteri, atau virus yang berbahaya. Perawatan yodium saja tidak akan menjamin bahwa air aman dan bebas dari semua parasit.
  3. Air mandi harus dipanaskan selama 5 menit pada 66oC. Air yang disimpan dalam tangki penyimpanan selama setidaknya 48 jam harus aman untuk mandi.
  4. Pengeringan dengan handuk setelah paparan air yang sangat singkat dan tidak disengaja dapat membantu mencegah parasit Schistosoma menembus kulit. Namun hal ini tidak bisa diandalkan untuk mencegah schistomosiasis.(LM)

Referensi

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2019). Schistomosiasis. Retrieved from https://webmd.com/a-to-z-guides/ schistomosiasis#1

Schistomosiasis | Definition & Patient Education. (2019). Retrieved from https://www. healthline.com/health/schistomosiasis#Treatments