Penyebab Dan Risiko Bayi Lahir Stunting

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

173

Kondisi stunting sudah tidak bisa ditangani lagi bila anak memasuki usia dua tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, ibu perlu mengonsumsi asupan gizi yang layak, terutama selama masa kehamilan hingga anak lahir dan berusia 18 bulan. Pada dasarnya, kelangsungan hidup dan kesehatan anak tidak dapat dipisahkan dari kesehatan sang ibu sendiri.

Secara umum, kekerdilan atau stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu, praktik pemberian, dan kualitas makanan yang buruk. Gizi buruk akan membuat seorang anak lebih sering mengalami infeksi, terlebih bila ibu tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Stunting dapat terjadi bila calon ibu mengalami anemia dan kekurangan gizi. Wanita yang kekurangan berat badan atau kekurangan darah selama masa kehamilan lebih mungkin memiliki anak stunting. Ibu yang kurang gizi berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan renda. Tanpa perbaikan gizi yang baik pada ibu saat hamil atau pada anak, maka kondisi stunting yang akan terjadi secara turun-temurun.

Stunting juga bisa terjadi pada anak-anak yang hidup di lingkungan dengan sanitasi dan kebersihan yang tidak memadai. Sanitasi yang buruk berkaitan dengan terjadinya penyakit diare dan infeksi cacing usus (cacingan) secara berulang-ulang pada anak. Kedua penyakit tersebut telah terbukti ikut berperan menyebabkan anak kerdil.

Anak yang terlahir dengan Fetus Alcohol Syndrome (FAS) juga dapat mengalami stunting. FAS merupakan pola cacat yang dapat terjadi pada janin karena ibu mengonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol saat sedang hamil. Anak dengan FAS memiliki sekelompok rangkaian gejala yang mencakup bentuk wajah yang berbeda dari anak normal, pertumbuhan fisik terhambat serta beberapa gangguan mental.

Berikut adalah beberapa risiko kesehatan pada anak stunting:

  • Stuntingdikaitkan dengan otak yang kurang berkembang dengan konsekuensi berbahaya untuk jangka waktu lama, termasuk kecilnya kemampuan mental dan kapasitas untuk belajar, buruknya prestasi sekolah dan mengalami kesulitan mendapat pekerjaan ketika dewasa.
  • Memiliki risiko yang lebih besar untuk terserang penyakit bahkan kematian dini.
  • Kekerdilan dapat menurun pada generasi berikutnya.
  • Ketika dewasa, seorang wanita stuntingmemiliki risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi selama persalinan karena panggul mereka lebih kecil, dan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Untuk mencegah stunting, lakukan beberapa langkah berikut:

Menjaga asupan nutrisi yang ideal dan bervariatif ditambah dengan perilaku hidup bersih dan sehat memegang peranan penting bagi kesehatan ibu hamil, terutama bagi janin. Hal ini untuk mencegah terjadinya kekerdilan demi kelangsungan hidup anak yang sehat serta untuk memastikan anak tumbuh menjadi orang dewasa yang kuat, terdidik, dan produktif. (REG)

Referensi:

  1. The United Nations Children’s Fund UNICEF India. Stunting.
  2. NHS Choices UK. Drinks and cups for babies and toddlers. 2015

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store