Penyebab Gigi Ompong Pada Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

269

Gigi dapat lebih mudah tanggal seiring bertambahnya usia jika Anda merokok dan kurang menjaga kebersihan gigi. Namun, ada beberapa penyebab lain yang nyatanya juga dapat meningkatkan risiko lansia mengalami gigi ompong. Apa saja?

  1. Penyakit gusi

Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan salah satu penyebab utama gigi lansia mudah lepas. Periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang disebabkan karena penumpukan plak, yaitu lapisan lengket bakteri yang terbentuk di sela-sela gigi. Infeksi parah inilah yang kemudian merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Selain bisa menyebabkan gigi lepas, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati.

  1. Trauma

Trauma akibat terkena benturan keras atau pukulan yang mengenai sekitaran mulut bisa mengakibatkan gigi lepas. Walaupun benturan itu tidak langsung menyebabkan gigi lepas, tapi benturan tersebut bisa menimbulkan kerusakan gigi serius yang lambat laun menyebabkan gigi ompong atau harus dicabut.

Trauma memang seringnya disebabkan karena kecelakaan. Namun, trauma gigi juga bisa dipicu dari kebiasaan sehari-hari, seperti membuka tutup botol atau kemasan plastik menggunakan gigi, mengigit-gigit ujung pensil, mengunyah es batu, ataupun keseringan pakai tusuk gigi.

  1. Kebiasaan menggemeretak gigi

Beberapa orang mungkin tanpa sadar mengepalkan rahang kuat-kuat dan menggemeretakkan gigi secara bersamaan saat stres atau cemas. Dalam istilah medis, kebiasaan tersebut disebut dengan bruxism. Jika dilakukan terus-terusan, bruxism dapat menyebabkan gigi geraham aus sehingga melonggarkan gigi dari kantung gusinya dan tulang pendukungnya ikut hancur.

Efeknya tidak hanya gigi lansia mudah lepas, sekaligus juga meningkatkan risiko Anda terkena sindrom TMJ. Sindrom TMJ adalah gangguan persendian rahang yang menyebabkan rasa sakit luar biasa, yang bisa menjalar hingga ke wajah dan telinga.

  1. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu nyatanya berkontribusi sebagai penyebab gigi ompong di usia tua. Kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi lepas di antaranya, diabetesradang tulang, darah tinggi, rematik, dan penyakit autoimun.

Menurut American Diabetes Association, orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit gusi periodontitis. Hal ini karena diabetes mempengaruhi kemampuan Anda untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Penyakit gusi juga dapat mempengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh.

Untuk menjaga kesehatan mulut yang baik, penting bagi semua orang – tanpa memandang usia – untuk:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari (saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Tidak menyikat gigi dengan terlalu keras. Hal tersebut tidak hanya bisa menyebabkan gusi robek, tapi juga mengikis enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih senstif.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi makanan manis. Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya.
  • Berkumur dengan obat kumuryang mengandung antiseptik sekali atau dua kali sehari. Menurut American Dental Association, Penggunaan obat kumur yang mengandung antiseptik dan antibakteri dapat mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi.
  • Rutin konsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store