Penyebab Gizi Buruk

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

16

Gizi buruk atau yang dikenal sebagai kwashiokor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk malnutrisi. Malnutrisi itu sendiri dapat dipahami sebagai kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi.

Pada dasarnya kwashiokor bisa diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang rusak.

Kwashiokor kebanyakan menyerang anak-anak di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 54% kematian bayi dan balita disebabkan kondisi gizi buruk. Bahkan risiko kematian anak dengan gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak normal.

Penyebab gizi buruk atau kwashiokor adalah karena anak tidak memeroleh makanan dengan kandungan energi dan protein yang cukup. Umumnya hal ini sering dikaitkan dengan tingkat perekonomian yang rendah. Selain dikarenakan rendahnya tingkat perekonomian, kurangnya pengetahuan orangtua akan nutrisi yang diperlukan tubuh anak juga turut memengaruhi. Itulah sebabnya kasus gizi buruk atau kwashiokor banyak terjadi di negara berkembang.

Pada dasarnya gizi buruk atau kwashiokor bukanlah gangguan yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini berlangsung secara perlahan. Karena itu penting untuk mencegah agar anak tidak mengalami kondisi ini dengan cara memberikan asupan makanan cukup gizi.

Gejala gizi buruk atau kwashiokor yang akan tampak adalah:

  • Pucat, kurus, perut cembung, dan kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya
  • Anak terlihat sering gelisah
  • Terjadi gangguan pertumbuhan meliputi berat badan dan tinggi badan
  • Rambutnya menjadi mudah tercabut, tampak kusam, kering, dan sering terjadi perubahan warna
  • Dapat pula terjadi perubahan pada kulit, kulit menjadi bersisik, terdapat bercak-bercak putih dan merah muda dengan tepi kehitaman
  • Anak juga akan menderita anemia akibat kekurangan nutrien seperti zat besi dan vitamin B kompleks.

Untuk mengatasi gizi buruk atau kwashiokor dibutuhkan asupan nutrisi berupa kalori dan protein yang mencukupi. Namun, pemberian nutrisi tersebut harus dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal harus diberikan asupan kalori untuk memenuhi kebutuhan energinya tanpa melibatkan asupan protein terlebih dahulu. Jika kebutuhan kalori sudah tercukupi, barulah asupan protein nisa mulai diberikan.

Pemberian protein dapat dilakukan dari kadar yang rendah yang secara bertahap terus ditambah. Hal ini dilakukan supaya saluran cerna penderita tidak kaget bila langsung diberi asupan tinggi kalori tinggi protein.

Penanganan dirumah bisa dilakukan dengan mencukupkan kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Makanan yang dikonsumsi harus lengkap mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Namun ingatlah untuk memberikannya secara perlahan dan terkontrol. Untuk tahap awal, pastikan Anda melibatkan bantuan dokter dalam mengontrol kondisi anak dengan gizi buruk atau kwashiokor yang Anda rawat.

Untuk mencegah terjadinya gizi buruk atau kwashiokor pada anak Anda, berikanlah makanan dengan gizi yang seimbang. Cukupi kebutuhan karbohidrat, lemak dan proteinnya. Sumber protein yang bernilai tinggi bisa didapatkan dari produk hewani seperti susu, keju, daging, telur, dan ikan. Anda juga bisa juga memanfaatkan protein nabati yang didapat dari kacang hijau dan kacang kedelai. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store