Penyebab Infertilitas Pada Pria

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

217

Infertilitas (kemandulan) merupakan suatu keadaan di mana sepasang suami istri belum memilki anak walaupun tidak menggunakan kontrasepsi apapun dan telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 6 bulan sampai 1 tahun. Sekitar 30 persen kasus infertilitas yang terjadi disebabkan oleh infertilitas pria. Masalah infertilitas atau kemandulan cenderung disebut sebagai permasalahan wanita. Kenyataannya tidak demikian. Baik pria dan wanita masing-masing dapat memiliki permasalahan pada organ reproduksi yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan mereka.

Pemeriksaan kesuburan harus dilakukan baik kepada wanita maupun pria, namun sebagian besar pria merasa enggan untuk memeriksakan dirinya karena merasa malu. Padahal pemeriksaan ini sangatlah penting untuk memastikan letak permasalahannya, agar dokter dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.

Adapun kemungkinan penyebabnya yaitu:

  1. Kondisi sperma yang kurang baik

Kualitas sperma menentukan akan terjadinya kehamilan. Hal ini menyangkut bentuk sperma dan gerakannya yang tidak sempurna (normal), maka tidak akan mampu mencapai sel telur. Berikutnya adalah konsentrasi sperma yang rendah, secara medis ukuran normal (sehat) adalah 20 juta atau lebih sperma/ml semen. Hal ini bisa terjadi akibat memakai celana ketat, alkohol, merokok, kelelahan atau terlalu sering berejakulasi.

  1. Gangguan hormonal

Hormon testosteron yang terganggu bisa menghambat produksi sperma. Untuk merangsang agar testis memproduksi sperma, diperlukan hormon dari kelenjar pituitari. Bila hormon tersebut terganggu, jumlah menurun atau bahkan tidak ada, maka testis tidak akan bekerja sempurna. Selain itu, tingkat hormon yang terlalu tinggi atau rendah juga dapat menjadi penyebabnya.

  1. Gangguan fisik

Masalah kesuburan pria dapat disebabkan oleh beragam masalah fisik, mulai dari gangguan proses produksi sperma atau terhambatnya perjalanan sperma dari testis menuju ujung penis. Dapat ditandai dengan rendahnya jumlah sperma atau bentuk dan ukuran sperma yang tidak normal. Selain itu, Sindroma klinefelter atau kelainan genetik juga dapat menyebabkan seorang pria mempunyai satu kromoson Y dan dua kromoson X. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan testis sehingga pria tersebut sedikit saja atau bahkan tidak memproduksi sperma sama sekali.

  1. Impotensi

Inpotensi merupakan suatu kondisi dimana aliran darah ke penis tidak normal maka penis tidak bisa berdiri dan berejakulasi. Menurut sebuat penelitian menyebutkan bahwa impotensi menjadi sebuah masalah fisik yang kemudian diperburuk dengan masalah psikologis seperti stres, cemas, rendahnya rasa percaya diri, dan depresi.

  1. Olahraga yang salah

Olahraga memang sangat baik untuk kesuburan pria asal olahraga itu dilakukan dengan benar. Tetapi sangat disayangkan olahragawan mengabaikan kesehatan testis dalam berolahraga. Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat dan terlalu lama berolahraga menggunakan sepeda. Kedua hal ini akan menyebabkan gangguan sirkulasi panas pada testis sehingga menyebabkan gangguan pada kinerja testis.

  1. Kegemukan

Pria yang kelebihan berat badan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma. Semakin gemuk seorang pria, maka semakin sedikit volume sperma saat ejakulasi yang ia rilis

Jika Anda dan pasangan telah secara rutin melakukan hubungan seksual selama setahun tanpa kontrasepsi dan belum juga hamil, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Ketidaksuburan atau infertilitas pria dapat terjadi pada siapa saja dan sebagian besar kasus dapat diatasi dengan tindakan dan pengobatan yang tepat dari dokter. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

Daftar Pustaka

https://doktersehat.com/mengenal-penyebab-infertilitas-kemandulan-pada-wanita-dan-pria/

https://alodokter.com/penyebab-infertilitas-bagi-kaum-pria


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store