Penyebab Kelahiran Premature

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

171

Pernahkah Anda mendengar istilah premature? Secara bahasa, pre- berarti sebelum, sedangkan mature berarti matang. Kelahiran premature adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, sebuah kelahiran disebut premature jika kelahiran itu terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal. Kelahiran premature sangat diwaspadai karena bayi yang lahir premature lebih rentan bila dibandingkan dengan bayi dengan kelahiran normal, sehingga lebih berpotensi terserang berbagai macam penyakit.

Pada dasarnya semua wanita hamil memiliki resiko untuk melahirkan secara premature. Tapi risiko ini meningkat pada sebagian wanita dibandingkan wanita hamil lainnya. Beberapa penyebabnya terjadi karena adanya masalah pada kesehatan ibu, contohnya kencing manis, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Meski demikian, penyebab utama persalinan premature masih belum diketahui secara pasti.

Pada kebanyakan kasus, kelahiran premature terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Namun pada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kelahiran premature antara lain pecah ketuban dini, perdarahan pada kehamilan, tekanan darah tinggi pada saat hamil, kejang pada kehamilan, serta dinding rahim dan leher rahim yang lemah atau tidak kompeten. Selain penyebab yang sudah dikatakan sebelumnya, ada juga beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu bayi lahir prematuree yaitu:

  1. Infeksi, baik itu infeksi saluran kemih, infeksi pada lapisan ketuban, ataupun infeksi lain pada ibu yang dapat menular pada janin dan menyebabkan kecacatan, keguguran, hingga kelahiran premature.
  2. Kebiasaan merokok sebelum dan saat hamil
  3. Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
  4. Kurang mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi.
  5. Gizi buruk sebelum atau selama kehamilan
  6. Mengandung bayi kembar dua, tiga, atau kelipatannya
  7. Jarak kehamilan terlalu pendek
  8. Riwayat persalinan premature , keguguran, atau melakukan aborsi
  9. Memiliki masalah pada rahim, leher rahim, atau tali pusat
  10. Leher rahim terlalu pendek (kurang dari 25 milimeter)

Kelahiran premature pada ibu dapat terulang kembali setelah kelahiran sebelumnya, seperti dilansir dari laman Very Well, ibu yang sudah satu kali melahirkan premature punya risiko 15 persen melahirkan bayi premature lagi. Sementara itu, ibu yang memiliki dua bayi premature punya risiko 40 persen untuk kembali melahirkan bayi premature. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya jumlah persalinan premature yang telah dilalui.

Jika Anda merasa memiliki satu atau lebih faktor-faktor risiko bayi lahir premature seperti dibahas di atas, sebaiknya segera bicarakan pada dokter kandungan untuk penanganan lebih intensif. Bila Anda sedang dalam masa mempersiapkan kehamilan, Anda juga dapat melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui faktor risiko bayi lahir premature pada diri Anda. Dengan deteksi dini, Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai penanganan ataupun pencegahan terjadinya bayi lahir premature. Semoga bermanfaat dan salam sehat! (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://alodokter.com/kelahiran-premature-kenapa-bisa-terjadi.html

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/penyebab-kelahiran-premature-berulang/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store