Penyebab Mata Berair

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

199

Mungkin kamu pernah mengalami dimana mata kamu mengeluarkan air padahal kamu tidak menangis. Nah, ini biasanya karena mata kamu terkena debu, kering, menguap, terlalu lama menatap layar, ataupun tertawa terbahak. Tetapi, hal tersebut merupakan hal yang wajar, dimana air mata menjaga agar mata tetap terlumasi dan membantu membersihkan mata dari partikel-partikel asing dan debu.

Tapi sebaiknya kamu perlu khawatir dan mengkonsultasikannya dengan dokter apabila mata berair disertai dengan gejala lainnya seperti rasa sakit, benjolan di dekat saluran air mata, penglihatan kabur, ataupun terdapat perasaan mengganjal di mata.

Nah, meskipun tidak semua mata berair ini berbahaya, tetapi tentu hal ini merepotkan dan menjengkelkan kan? Kamu perlu tahu nih, apa saja penyebab mata berair dan bagaimana cara mengatasinya. Untuk lengkapnya simak penjelasan berikut:

Air mata

Air mata merupakan kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi dengan kandungan air dan garam. Beberapa peran utama air mata yaitu melumasi mata dan membantu membersihkan partikel-partikel asing dan debu yang masuk ke mata. Selain itu, air mata juga merupakan komponen dari sistem pertahanan tubuh untuk melindungi mata dari infeksi.

Ketika berkedip, air mata menyebar dan menjaga mata tetap lembab. Untuk mencegah mencegah air mata menguap terlalu cepat atau tumpah dari mata, dalam mata terdapat kelenjar lain yang menghasilnya minyak. Minyat tersebut dikeluarkan bersama dengan air mata dan melapisi air mata sehingga air mata lebih tahan lama berada di permukaan mata.

Penyebab mata berair

Produksi air mata berlebih yang disebabkan oleh kelenjar yang memproduksi minyak tidak berfungsi dengan baik, dimana akibatnya, air mata cepat menguap dan mengering. Mata kering yang merangsang produksi air mata secara berlebih sehingga menyebabkan mata berair.

Selain mata kering, mata yang iritasi dapat menghasilkan lebih banyak air mata dari biasanya karena tubuh mencoba untuk membilas iritasi. Berikut iritan yang dapat menyebabkan produksi air mata berlebih:

  1. Kondisi cuaca seperti angin, dingin, dan sinar matahari
  2. Faktor lingkungan seperti cahaya terang dan kabut asap, flu biasa, dan alergi
  3. Mata lelah
  4. Infeksi pada mata seperti konjungtivitis (mata merah), bintitan, dan infeksi lainnya dapat menyebabkan mata berair
  5. Konjungtivitis alergi
  6. Cedera pada mata, seperti goresan atau sedikit pasir (kerikil kecil atau potongan kotoran)
  7. Blepharitis : radang kelopak mata
  8. Trichiasis : bulu mata tumbuh ke dalam
  9. Ectropion : ketika kelopak mata bawah berubah ke luar

Beberapa orang memiliki air mata dengan kandungan lemak atau lipid yang tinggi. Ini dapat mengganggu penyebaran cairan di seluruh mata, meninggalkan tambalan kering yang menjadi perih, mengganjal, dan menyebabkan mata memproduksi lebih banyak air mata.

Selain itu, adanya sumbatan atau penyempitan saluran air mata juga dapat menyebabkan produksi air mata berlebih. Sumbatan atau penyempitan ini biasanya disebabkan oleh pembengkakan, peradangan, atau bekas luka. Akibatnya, air mata tidak akan bisa mengalir dan akan menumpuk di kantung air mata. Bayi yang baru lahir biasanya mengalami hal ini, karena saluran air mata mungkin belum sepenuhnya terbuka dan berfungsi selama beberapa bulan pertama kehidupan. Namun, hal ini akan hilang atau membaik dengan sendirinya ketika saluran berkembang.

Penyebab lainnya yang dapat menyebabkan mata berair yaitu:

  1. Keratitis : infeksi pada kornea
  2. Ulkus kornea: luka terbuka yang terbentuk pada mata
  3. Guci atau chalazions, benjolan yang bisa tumbuh di tepi kelopak mata
  4. Demam
  5. Masalah dengan kelenjar di kelopak mata disebut kelenjar meibomian
  6. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi, dan tetes mata, terutama echothiophate iodide dan pilocarpine

Kapan kamu harus ke dokter?

Biasanya, mata berair bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya. Namun, kamu harus menghubungi dokter atau dokter mata jika mengalami mata berair yang berkepanjangan dengan salah satu gejala berikut:

  1. Kehilangan atau gangguan penglihatan
  2. Mata terluka atau tergores
  3. Bahan kimia di mata
  4. Adanya pendarahan dari mata
  5. Adanya benda asing yang menempel di mata atau di bagian dalam kelopak mata
  6. Mata merah, bengkak, atau nyeri
  7. Memar yang tidak dapat dijelaskan di sekitar mata
  8. Sinus hidung
  9. Masalah mata disertai dengan sakit kepala yang parah
  10. Mata berair yang gagal memperbaiki sendiri

Cara mengatasinya

Kebanyakan, mata berair tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat membaik dengan sendirinya. Namun terkadang, kondisi ini bisa menjadi masalah yang mengganggu aktivitas dan rasa nyaman sehingga membutuhkan penanganan khusus. Berikut beberapa cara mengatasi mata berair:

  1. Mengompres mata dengan handuk basah hangat selama beberapa kali dalam sehari bisa mengatasi saluran air mata yang tersumbat.
  2. Obat tetes mata  untuk menangani mata kering
  3. Dokter mungkin meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi mata berair yang disebabkan oleh konjungtivitis atau infeksi mata
  4. Mengonsumsi obat antihistamin atau antialergi lain jika penyebabnya adalah alergi
  5. Tindakan medis bisa dilakukan untuk mengatasi bulu mata yang tumbuh ke dalam atau mengeluarkan benda asing pada mata.
  6. Dokter mungkin merekomendasikan jalur operasi jika terjadi penyumbatan pada saluran air mata
  7. Untuk mata berair pada bayi, biasanya penyumbatan saluran air matanya bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Tetapi, penyembuhannya bisa dipercepat dengan cara memijat saluran air mata tersebut menggunakan jari telunjuk yang bersih. Lakukan pijatan lembut pada sisi tulang hidung bayi Anda, di dekat sudut dalam matanya. Arahkan pijatan ke arah cuping hidung. Pijatan ini bisa dilakukan selama beberapa kali tiap harinya selama beberapa bulan. (LM/STE/CM)

Referensi

Watering eyes: Causes, Symptoms and Diagnosis. (2018). Retrieved from https://www.healthline.com/symptom/watering-eyes

Watering eyes (epiphora): Causes, symptoms, treatments. (2018). Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/169397.php


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store