Perangkat Sci-Fi yang membuat Pria Dan Wanita bertukar badan

80

Sebuah mesin baru yang diciptakan oleh seorang desain tekhnologi spanyol, menggabungkan virtual reality dengan neuroscience terkini  yang memungkinkan laki-laki dan perempuan saling bertukar tubuh.  Dengan mesin ini diharapkan dapat dilakukan transfer tubuh yang akan membantu para peneliti mendalami berbagai konsep, seperti seksisme, identitas gender dan bias gender.

Berbasis di Barcelona, Be Another Lab didirikan oleh Philippe Bertrand, Daniel Gonzales Franco, Christian Chrene dan Arthur Pointea, yang merupakan ahli dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari programming, ahli listrik yang menghubungkan system desain dengan system neuro-rehabilitation. Bersama- sama tujuan dari Be Another Lab  adalah untuk mengekplorasi konsep empati melalui tehnologi, sains dan seni.

Kebanyakan eksperimen di bidang neuroscience hanya memeriksa masalah empati dan bias. Peserta akan “bertukar posisi” datu dengan yang lain menggunakan digital avatar. Jika peneliti ingin mendalami tentang empati dari penyandang cacat sebagai contohnya, peneliti dapat menempatkan subjek didepan computer dan membuat mereka bermain video game dengan menggunakan kursi roda, kemudian mereka akan diberikan berbagai pertanyaan mengenai apa yang dirasakan setelah mengalami pengalaman tersebut. Tetapi tidak ada yang nyata.

Be Another Lab mengambil suatu langkah yang berbeda, dengan pendekatan yang lebih dalam untuk dapat mengekplorasi empati. Alih-alih menggunakan avatar digital,  Be Another Lab menggunakan seorang pemain utuk meniru gerakan-gerakan dari subjek yang diteliti : sebagai contoh, bias rasial dipelajari dengan tindakan subjek untuk mencerminkan warna dari pemain.

“Kami percaya dengan cara ini kami dapat mengalami pengalaman yang lebih dalam, mengerti sudut pandang orang lain sebagai manusia dan bukan sekedar avatar virtual” kata Bertrand. “tahun lalu kami telah mengobservasi subjek-subjek yang cenderung mendemonstrasikan perasaan empati mereka terhadap pemain yang tidak mereka alami sebelumnya.

Dengan menggunakan mesin To Be Another ini, Betrand dan perusahaannya telah mengambil pendekatan ke tingkat berikutnya dengan memanfaatkan tehnologi yang dibayar oleh Oculus Rift headset virtual reality. Dalam project ini, 2 partisipan berdiri saling berhadapan, masing-masing menggunakan headset yang memungkinkan mereka untuk langsung melihat mata dari pasangannya. Ketika mereka melihat pasangannya, sama seperti mereka melihat diri sendiri, ketika mereka berbicara, mereka mendengar suara orang lain di telinga mereka.

Tetapi stimulasinya tidak berhenti disitu saja. Dengan saling bekerja sama, kedua partisipan didorong untuk saling melengkapi gerakan masing-masing, menyentuh benda-benda didalam ruangan, melihat benda-benda, dan mengekplore “tubuh mereka” secara simultan.

“Otak mengintegrasikan indera yang berbeda untuk menciptakan pengalaman Anda di dunia” hal ini jelas oleh Bertrand. “Pada gilirannya, informasi dari masing-masing indra tersebut akan mempengaruhi bagaimana indra lainnya diproses. Kami menggunakan teknik ini dari ilmu neuroscience untuk benar-benar mempengaruhi sensasi psikofisik berada di tubuh Anda.

Dengan kata lain, kombinasi dengan menggunakan dan suara dari headset pasangan mereka, dengan bergerak dan menyentuh hal-hal pada saat yang sama, Mesin To Be Another ini benar-benar dapat meyakinkan orang bahwa mereka berada dalam tubuh orang lain selama dua mitra tetap sinkron.

Ini adalah ide radikal yang Be Another Lab mulai mengeksplorasi. Saat ini, percobaan mereka sebagian besar telah difokuskan pada pertukaran gender,  dimana tim berharap juga akan dapat mengeksplorasi isu-isu dalam hal transgender dan bias aneh lainnya. Kelompok ini saat ini sedang mencari untuk bermitra dengan organisasi, para pakar dan aktivis untuk membantu mereka lebih menyempurnakan teknik mereka.

Orang-orang mengatakan untuk benar-benar memahami seseorang, Anda harus berjalan satu mil di sepatu mereka. Berkat Mesin Menjadi lain, Anda tidak akan hanya berjalan mil, Anda akan merasakan lecet pada kaki orang lain.

 

Sumber : fastcodesign